Data Inflasi BPS Diprediksi Dongkrak Penguatan IHSG Hari Ini

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi perdagangan indeks harga saham gabungan atau IHSG hari ini, Senin, 4 Juni 2017, diprediksi terkonsolidasi meski masih akan berada pada tren yang positif. William memperkirakan, pada perdagangan hari ini, IHSG berada pada rentang 5.845-6.071.

    "IHSG akan bergerak terkonsolidasi dipengaruhi oleh menjelang rilis data perekonomian inflasi dan cadangan devisa yang disinyalir masih akan cukup stabil," kata William dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 3 Juni 2018.

    Pada perdagangan sebelumnya, Kamis, 31 Juni 2018, IHSG tercatat berada pada posisi 5.983,587 atau turun sekitar 0,46 persen. Tercatat, meski menurun pelemahan sebesar 27,47 poin atau 0,46 persen, itu masih lebih rendah dibanding pelemahan sebelumnya yang turun 57,27 poin atau 0,94 persen.

    Baca juga: IHSG Dibuka Turun 0,51 Persen ke 6.037,43

    Pelemahan itu terjadi, antara lain, karena adanya sentimen negatif terhadap perang dagang yang masih bergulir. Pelemahan IHSG juga terjadi akibat adanya rebalancing portofolio dari para pengelola dana setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan perubahan komposisi indeks yang berlaku efektif setelah 31 Mei 2018.

    Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan perdagangan IHSG pada Senin, 4 Juni 2018, diprediksi masih terkonsolidasi. Meskipun demikian, ujar Reza, pergerakan IHSG masih dibayangi adanya potensi pelemahan yang masih mungkin terjadi.

    "Pelemahan IHSG kembali terjadi akibat rebalancing saham-saham dalam indeks MSCI, sehingga diharapkan hanya bersifat sementara," ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 3 Juni 2018.

    Dalam perdagangan hari ini, Reza memperkirakan pergerakan IHSG berada pada rentang kisaran support 5.954-5.968 dan resisten 6.011-6.029.

    Reza juga mencatat adanya potensi penguatan yang didorong oleh adanya sejumlah rilis data makroekonomi yang mulai dirilis hari ini oleh Bank Indonesia (BI). Selain itu, penguatan rupiah diharapkan masih dapat bertahan, sehingga bisa mengangkat IHSG kembali ke zona hijaunya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.