Minggu, 21 Oktober 2018

Cina Danai Pembangunan Bandara di Bali Utara

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah turis asing melihat jadwal penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai yang kembali dibuka, di Kuta, Bali, 29 November 2017. REUTERS/Johannes P. Christo

    Sejumlah turis asing melihat jadwal penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai yang kembali dibuka, di Kuta, Bali, 29 November 2017. REUTERS/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Investor PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari) dan Power Construction Corporation of China (PowerChina) meneken kerja sama untuk membangun Bandara di Bali Utara tepatnya di kawasan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali. Penandatanganan kerja sama itu menindaklanjuti kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Cina, Li Keqiang di Indonesia pada Senin lalu.

    Chairman PT Pembari, K Suardhana, menyebutkan pihaknya sangat serius menggandeng mitra lokal maupun mitra asing untuk mewujudkan niat masyarakat Bali Utara mempunyai bandara baru. "Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat Bali Utara yang saat ini tertinggal jauh oleh saudara-saudara mereka di Bali Selatan," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima, Kamis, 10 Mei 2018.

    Baca: Cina akan Impor 500 Ribu Ton Minyak Kelapa Sawit dari Indonesia

    Dalam kinjungan kenegaraanya, PM Li Keqiang menginstruksikan kepada perusahaan-perusahaan Cina untuk lebih banyak lagi berinvestasi di Indonesia. Investasi di bidang infrastruktur maupun di bidang usaha lainnya dengan catatan lebih banyak menggunakan tenaga kerja lokal Indonesia.

    Bersamaan dengan itu, beberapa perusahaan Cina juga melakukan kunjungan bisnis ke Indonesia pada Selasa lalu di Jakarta. Salah satu delegasi Cina menjalin kesepakatan kerja sama dengan PT Pembari untuk bekerja sama membangun bandara baru di kawasan Bali Utara tepatnya di daratan Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali. Penandatanganan kerja sama dihadiri langsung oleh Pimpinan Refresentatif Power China Sinohydro corporation di Indonesia, Sun Xiaopeng dan Chairman PT Pembari, K Suardhana di Jakarta.

    K Suardhana mengatakan bahwa walaupun PT Pembari sebagai investor utama pembangunan Bandara di Bali Utara telah menggandeng perusahaan dari Cina, namun tetap menggunakan tenaga kerja lokal. "Dalam perjanjian kerja sama itu sudah tertuang kesepakatan dalam pembangunannya nanti tetap lebih banyak menggunakan tenaga kerja lokal atau Indonesia, hanya tenaga kerja khusus di bidangya yang menggunakan tenaga kerja asal Cina," ujarnya.

    Bersamaan dengan penandatanganan kerja sama itu rencana pembangunan Bandara Bali Utara melalui PT Pembari juga telah mendapat surat dukungan dari Bank of China, Jakarta Branch. Dengan demikian konsorsium kerja sama pembangunan Bandara Bali Utara (Batara) akan lebih kuat secara Financial dan lebih profesional dalam kemampuan pembangunannya.

    Pimpinan Refresentatif Power China Sinohydro corporation, Mr Sun Xiaopeng menyambut baik ajakan kerja sama antara Power China dan Pembari agar dalam pelaksanaan proyek Bandara Bali Utara lebih banyak menggunakan tenaga kerja lokal.

    Power China - Sinohydro merupakan perusahan milik negara Tirai Bambu yang telah lama beroperasi di Indonesia. Perusahaan ini bahkan telah mengerjakan beberapa mega proyek seperti Bendungan Jati Gede, Power Plant di Bengkulu dan beberapa proyek besar lainnya. Perusahaan itu juga berpengalaman membangun bandara di Cina dan di beberapa negara besar lainnya serta termasuk perusahaan multinasional urutan ke 190 dalam daftar FORTUNE 500.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.