Bandara Komodo Akan Dijadikan Bandara Internasional

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 27 April 2017. Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, yang dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Wisatawan tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 27 April 2017. Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, yang dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hiramsyah S. Thaib mengatakan, pemerintah berencana menjadikan Bandara Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagai bandara internasional. Rencana itu dalam rangka mengembangkan destinasi wisata Labuan Bajo.

    "Bandara udara ini mau ditingkatkan agar kapasitasnya bisa didarati pesawat lebih besar," kata Hiramsyah di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Mei 2018.

    Baca juga: Jokowi Resmikan Bandara Komodo

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menggelar rapat untuk membahas pengembangan wisata di Labuan Bajo, 9 Mei 2018. Selain Hiramsyah, rapat dihadiri Menteri Perencanaan dan Pembangunan atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso.

    Sebelumnya, pemerintah pusat memutuskan fokus ke empat dari 10 destinasi wisata prioritas yang disebut oleh Presiden Joko Widodo sebagai Bali baru. Hal itu diputuskan dalam rapat terbatas yang berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Kamis, 16 November 2017. Urutan empat destinasi wisata itu dimulai dari Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

    Agus menyampaikan, pemerintah juga menargetkan memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Komodo lebih dari seribu meter. "Secara fisik panjang runway airport sekarang 2.250 meter, nanti tahap pertama jadi 3.000 meter, lalu menjadi 3.200 meter," kata Agus.

    Menurut Agus, beberapa investor asing dan domestik tertarik mengembangkan Bandara Komodo di Labuan Bajo. Pengembangan bandara itu membuka peluang kerja sama dengan investor asing. Bentuk kerja sama itu hanya sebatas pengelolaan bandara. "Yang perlu ditekankan ini kerja sama investasi pendanaan. Ini tetap airport-nya Indonesia," ujar Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.