Penyebar Rekaman Rini Soemarno Dilaporkan ke Polisi Siang Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 September 2017. TEMPO/Tony Hartawan

    Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 September 2017. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melaporkan pelaku penyebar rekaman pembicaraan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir ke polisi. Pelaporan itu menanggapi bocornya pembicaraan Rini dengan Sofyan yang diduga direkayasa seolah membahas soal pembagian fee terkait dengan proyek storage LNG di Bojonegara.

    “Penyebar video rekaman percakapan Menteri BUMN dengan Dirut PLN yang berisi fitnah kepada Menteri BUMN dengan pembicaraan antara PT Bumi Sarana Migas, PLN, dan Pertamina masuk dalam ranah pidana kejahatan berat yang tentu saja merugikan negara, pribadi Menteri BUMN, dan pemilik PT BSM,” kata Sekretaris Jenderal FSP BUMN Tri Sasono melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Selasa, 30 April 2018.

    Baca: JK Ungkap Proyek dalam Percakapan Rini Soemarno dan Sofyan Basir

    Federasi akan melaporkan pelaku penyebar rekaman Rini tersebut ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri), Gambir, Jakarta Pusat, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei 2018, pukul 12.00 WIB. Menurut Tri, pelaku bisa dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pelaku bisa terancam hukuman pidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda Rp 1 miliar.

    Sebelumnya, tersebar video percakapan Rini dengan Sofyan Basir yang diunggah di Instagram oleh akun @jokerpolitik pada Jumat, 27 April 2018. Dalam keterangannya, akun itu menuliskan, "Akhirnya kedok terbongkar." Adapun materi pembicaraan dua pejabat itu diduga soal bagi-bagi hasil fee sebuah proyek.

    Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Imam Apriyanto Putro membenarkan adanya percakapan antara Menteri Rini Soemarno dan Sofyan Basir tersebut. Namun, menurut Imam, percakapan keduanya yang beredar di media sosial telah dipotong.

    Imam menjelaskan, perbincangan itu dilakukan tahun lalu. Namun proyek penyediaan energi yang dimaksud akhirnya tidak terealisasi karena dianggap belum meyakinkan dapat memberi keuntungan optimal, baik untuk Pertamina maupun PLN.

    Baca berita lain tentang Rini Soemarno di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.