Mudik 2018, Jasa Marga Rekonstruksi Rutin Tol Jakarta - Cikampek

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sistem Contraflow di Tol Jakarta - Cikampek mulai dari KM 33.400 s/d 44.400 arah Cikampek. twitter.com

    Sistem Contraflow di Tol Jakarta - Cikampek mulai dari KM 33.400 s/d 44.400 arah Cikampek. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang Mudik 2018, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Jakarta - Cikampek melakukan pemeliharaan rutin untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol Jakarta - Cikampek. Pemeliharaan rutin tersebut berupa pengerasan jalan tol dengan beton.

    “Selain sebagai kegiatan rutin, rekonstruksi itu juga untuk memastikan kelancaran saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2018 nanti,” kata AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo pada Sabtu, 14 April 2018.

    Baca:Atasi Antrean di Tol, Jasa Marga Siapkan Perangkat Mobile Reader

    Kegiatan rekonstruksi akan dilakukan mulai Km 36+175 hingga Km 36+236 Ruas Jalan Tol Jakarta - Cikampek arah Jakarta. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai Senin, 16 April 2018 pukul 09.00 WIB hingga hari Jumat, 20 April 2018 pukul 05.00 WIB.

    Dwimawan mengatakan kegiatan loading bongkaran dan pengecoran akan dilakukan pada saat window time, yaitu setelah pukul 20.00 WIB. Hal itu agar kegiatan rekonstruksi tersebut tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

    Selain itu, Jasa Marga juga menyiagakan petugas di lokasi pengerjaan untuk memastikan kelancaran lalin dan keselamatan pengguna jalan tol.“Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pengerjaan,” kata Dwimawan menambahkan.

    Jasa Marga juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk selalu waspada dan mematuhi rambu serta arahan para petugas di lapangan.

    Baca berita tentang Mudik 2018 lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.