Atasi Antrean di Tol, Jasa Marga Siapkan Perangkat Mobile Reader

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial mobil mengantre di gerbang tol Cikarang Utama pada H+3 Lebaran, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juli 2016. PT Jasa Marga membuka 21 gerbang tol dan berencana menggratiskan tarif tol jika antrean kendaraan mencapai 5 km. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    Foto aerial mobil mengantre di gerbang tol Cikarang Utama pada H+3 Lebaran, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juli 2016. PT Jasa Marga membuka 21 gerbang tol dan berencana menggratiskan tarif tol jika antrean kendaraan mencapai 5 km. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk. menyiapkan perangkat pembayaran bergerak (mobile reader) yang akan memudahkan pengguna jalan dalam melakukan transaksi pembayaran tol, terutama saat mudik Lebaran nanti.

    General Manager PT Jasa Marga Cabang Cikampek Raddy R. Lukman mengatakan khusus di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama, ada 10 unit mobile reader (arah Cikampek) dan 15 unit (pada gerbang arah Jakarta) yang akan difungsikan.

    Baca juga: Jasa Marga Akan Tambah 6 Gardu di Gerbang Tol Cengkareng

    "Perangkat pembayaran bergerak untuk di gerbang tol kita tambah menjadi 10, di exit ada 15 ke arah Jakarta. Walaupun kita tahu Gerbang Cikarang Utama sudah aman untuk jumlah gate yang dibuka, tapi ini antisipasi," kata Raddy dalam kunjungan media di Kantor Jasa Marga, Cikarang, Rabu, 11 April 2018.

    Ia pun menjelaskan mekanisme penggunaan mobile reader, yakni petugas melakukan jemput kendaraan untuk menempelkan kartu elektronik atau e-Toll Card pengguna jalan.

    Penggunaan perangkat ini tentunya dapat mengurai kemacetan jika terjadi penumpukan antrean pada gerbang masuk dan keluar tol.

    Untuk mengantisipasi kepadatan volume lalu lintas di GT Cikarang Utama pada puncak arus mudik dan arus balik, Jasa Marga mengoperasikan maksimal 20 gardu tol operasi di arah Cikampek dan 29 gardu tol operasi di arah Jakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.