Mudik 2018, Jumlah Korban Meninggal Dunia 92 Orang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juni 2018. Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni. ANTARA

    Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juni 2018. Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Seksi Analisis Evaluasi Subdit BPKB Ditragident Korlantas Polri, Komisaris Melda Sitohang mengatakan jumlah kecelakaan saat mudik 2018 turun dibandingkan tahun sebelumnya. "Sampai dengan h+7 2017 di jalur mudik terdapat 1.790, sementara untuk 2018 dalam jalur mudiknya terdapat 364 kejadian," ujar dia di Posko Kemenhub, Ahad, 24 Juni 2018.

    Melda menuturkan adanya penurunan angka tersebut, dikarenakan kerjasama antar pemangku kepentingan. Dia juga menjelaskan, kepolisian telah membuat berbagai rekayasa lalulintas agar tidak terjadi penumpukkan yang berlebih.

    Simak: Mudik H-6 Lebaran, Tol Cipali Telan Korban 1 Tewas dan 8 Terluka

    Untuk kecelakaan hingga mengakibatkan meninggal dunia, Melda menuturkan pada mudik 2018 kali ini dialami oleh 92 orang. Sedangkan pada tahun 2017, kecelakaan hingga meninggal dunia merenggut 473 jiwa. "Terjadi penurunan 34 persen," ucap dia.

    Kemudian, Melda menjelaskan korban luka berat pada mudik 2018 dialami oleh 108 orang dan di 2017 dialami oleh 308 orang. Selanjutnya, luka ringan pada mudik 2018 dialami oleh 515 orang dan di tahun 2018 dialami oleh 2.438 orang.

    Simak: H-4 Lebaran, 134 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

    Sebelumnya, Komisaris Besar Yusri Yunus, Kepala Bagian Penerangan Satuan Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian mengatakan sebagian besar kecelakaan lalu lintas saat mudik melibatkan pengguna atau pengendara sepeda motor yaitu 1.666 peristiwa. Meski demikian, menurut dia, berdasarkan data kepolisian angka ini masih jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang menembus angka 2.731 kecelakaan sepeda motor.

    Angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan beroda empat atau lebih juga mengalami penurunan. Yusri memaparkan, angka kecelakaan mobil menurun 24 persen, bus 20 persen dan truk hanya empat persen.    

    CHITRA PARAMAESTI | ALFAN HILMI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.