Harga Referensi Produk CPO dan Biji Kakao April Menguat

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas bongkar muat minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Aktivitas bongkar muat minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga referensi produk Crude Palm Oil (CPO) periode April 2018 untuk penetapan Bea Keluar (BK) sebesar USD 711,62/MT. Harga tersebut menguat USD 3,02 atau 0,43 persen dari bulan lalu yakni sebesar USD 708,60/MT.

    "Saat ini harga referensi CPO menguat dan tetap berada di level bawah USD 750/MT," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Maret 2018. Pemerintah, menurut Oke, mengenakan BK CPO USD 0/MT untuk periode bulan ini.

    Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 45 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang dikenakan Bea Keluar.

    Sementara itu, untuk harga referensi biji kakao pada April 2018 juga meningkat menjadi USD 351,83 atau naik 17,45 persen dari periode bulan sebelumnya. Hal itu berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang naik menjadi USD 2,084/MT dari USD 1,741/MT.

    Peningkatan itu disebabkan menguatnya harga di pasar internasional. Meski begitu, penguatan ini tidak berpengaruh pada BK biji kakao yang tetap 5 persen.

    Sedangkan HPE Produk Kayu, terdapat perubahan HPE pada kelompok serpih kayu, yaitu kayu dalam bentuk keping/pecahan (wood in chips/particle) dan kepingan kayu (chipwood). "HPE pada kelompok kayu tersebut naik sebesar USD 6 dari USD 55/ton menjadi USD 61/ton pada bulan April 2018," ujar Oke.

    Terakhir, baik HPE maupun BK Produk Kulit tidak mengalami perubahan dari periode Maret 2018.

    Simak artikel tentang harga referensi CPO lainnya di tempo.co


  • CPO
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.