Jadwal Kereta Bandara Ditambah, Datang 30 Menit Sekali

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (KA Basoetta) tiba di Stasiun Sudirman Baru saat uji coba perdana di Jakarta, 25 November 2017. Uji coba perdana pengoperasian Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta ini untuk menguji jalur yang dilalui sebelum diresmikan oleh Menteri BUMN pada awal Desember. ANTARA FOTO

    Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (KA Basoetta) tiba di Stasiun Sudirman Baru saat uji coba perdana di Jakarta, 25 November 2017. Uji coba perdana pengoperasian Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta ini untuk menguji jalur yang dilalui sebelum diresmikan oleh Menteri BUMN pada awal Desember. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Railink menambah frekuensi perjalanan Kereta Bandara Soekarno-Hatta menjadi setiap 30 menit sekali mulai Kamis, 29 Maret 2018. Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan penambahan frekuensi perjalanan ini demi mempermudah calon penumpang dan menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan maupun kedatangan penerbangan dengan kereta bandara.

    "Waktu tempuh juga akan berkurang menjadi hanya 46 menit untuk perjalanan dari Stasiun BNI City menuju Stasiun Bandara Soekarno-Hatta," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

    Baca juga: Kemenhub Kaji Jalur Kereta Bandara Soetta sampai Bekasi

    Heru mengimbau calon pengguna kereta bandara memperhatikan jadwal yang akan dipilih. PT Railink pun secara berkelanjutan meningkatkan layanannya dengan beberapa inovasi yang akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat, termasuk penambahan Stasiun Layanan Kereta Bandara.

    Sebelumnya, Kereta Bandara Soekarno-Hatta direncanakan akan melewati Stasiun Manggarai pada awal 2019. Bahkan pengoperasiannya pun tengah dikaji hingga ke Bekasi. Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, sudah ada permintaan dari masyarakat terkait dengan hal tersebut.

    "Memang ada permintaan (Kereta Bandara Soekarno-Hatta sampai ke Bekasi), tapi itu perlu kita kaji, kita belum bahas, nanti dibahasnya," ucapnya saat ditemui dalam Quick Wins Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemnterian Perhubungan di Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 Maret 2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.