Ini Detail Tiga Perusahaan Produk Sarden yang Mengandung Cacing

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir yang meminta UPT Puskesmas sekabupaten untuk mengawasi peredaran tiga merek ikan sarden kalengan di toko, minimarket dan swalayan. Surat ini beredar viral setelah BPOM mengumumkan uji laboratorium bahwa terdapat parasit jenis nematoda, Anisakis sp. (Sumber: Istimewa)

    Surat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir yang meminta UPT Puskesmas sekabupaten untuk mengawasi peredaran tiga merek ikan sarden kalengan di toko, minimarket dan swalayan. Surat ini beredar viral setelah BPOM mengumumkan uji laboratorium bahwa terdapat parasit jenis nematoda, Anisakis sp. (Sumber: Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI resmi merilis adanya kandungan parasit jenis nematoda atau cacing (Anisakis sp) dalam tiga produk ikan makaler kalengan alias sarden impor. Ketiga produk itu adalah sarden Farmer Jack, IO, dan HOKI.

    Pada Rabu, 21 Maret 2018 dinas kesehatan Provinsi Indragiri Hilir mengeluarkan surat imbauan agar puskesmas mengawasi peredaran tiga produk itu. Dalam surat juga tercantum tiga perusahaan pengimpor sarden.

    Perusahaan itu antara lain PT Mexindo Mitra Perkasa pengimpor IO, PT Prima Niaga Indomas pengimpor Farmer Jack, dan PT Interfood Sukses Jasindo pengimpor HOKI. Tempo menelusuri asal-usul tiga perusahaan tersebut dari pelbagai sumber.

    Simak: BPOM: 3 Merek Sarden Kaleng Terbukti Mengandung Cacing

    1. PT Mexindo Mitra Perkasa merupakan perusahaan jasa importir yang beralamat di Repindo Industrial Estate, Jalan Kerapu Blok C2 Nomor 5, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam. Informasi itu tercantum dalam situs www.smartbisnis.co.id.

    Sebelumnya, PT Mexindo Mitra Perkasa pernah tersangkut kasus mutu pangan untuk produk susu formula dan formula lanjutan bernama Dumex. Pada 12 Agustus 2013, BPOM menemukan, dua produk Dumex, yakni Dumex Mamex 1 ukuran 600 gram dan Dumex Dupro 2 ukuran 650 gram, tercemar bakteri clostridium botulinum.

    Kedua produk itu dikemas menggunakan kantong atau pouch yang diproduksi Danone Dumex Malaysia. Adapun PT Mexindo Mitra Perkasa mendistribusikan dua produk Dumex di dalam negeri.

    “Produk tersebut beredar di Batam Provinsi Kepulauan Riau dan sejak tanggal 3 Agustus 2013 telah ditarik oleh PT Mexindo Mitra Perkasa (importir/distributor) dengan dipantau oleh petugas dari Balai POM di Batam untuk selanjutnya dimusnahkan,” seperti dikutip dalam keterangan resmi BPOM, Kamis, 22 Maret 2018.

    2. Situs direktori bisnis, YellowPages.co.id, yang dinaungi Telkom Group, menuliskan PT Prima Niaga Indomas menjajaki bisnis makanan kalengan. Domisilinya ada di Kawasan Indah Industrial Park BI B-4/3, Kota Batam, Riau. Dalam situs resmi BPOM tercatat PT Prima Niaga Indomas telah mendaftarkan beberapa jenis makanan dan minuman impor. Mayoritas produk berasal dari Cina dan Malaysia.

    Untuk makanan impor, yakni ikan makarel dalam saus tomat merek TLC, JOKO, Sun Bridge, dan Farmer Jack. Keempat produk itu dikemas dalam kaleng 425 gram yang diproduksi Zhangzhou TAN Co Ltd, Cina.

    Ada juga produk Kukis Kacang (Peanut Cookies) dan Kukis Keju (Cheese Cookies) merek Yes! Crumbly yang dikemas dengan aluminium foil dalam karton 100 gram. Produksinya dilakukan di Meng Choon Food Industries Sdn Bhd, Malaysia. Makanan lainnya adalah Sohun (vermicelli) merek Sun Bridge yang dikemas dalam plastik 25 kilogram hasil olahan Yantai Shuangta Food Co Ltd, Cina.

    Selebihnya, barang impor perusahaan ini adalah minuman merek REX rasa apel, jeruk, krisantemum, leci, dan mangga dalam kemasan tetra pak 250 mililiter. Minuman tersebut merupakan produksi dari Best Aqua Food Sdn Bhd, Malaysia.

    Produk lainnya, yaitu minuman serbuk rasa coklat (kovita instant chocolate drink 3 in 1) dan serbuk teh tarik merek Aromixx. Keduanya dikemas dengan aluminium foil produksi dari Chua Hup Huat Sdn Bhd, Malaysia.

    3. PT Interfood Sukses Jasindo adalah perusahaan asli Indonesia yang berdiri pada 2002. Dikutip dari www.interfood.co.id, perusahaan ini memiliki aktivitas utama berupa impor dan distribusi makanan serta minuman. Distribusi produk masuk ke pasar ritel, grosir, restoran, hotel, dan lainnya.

    Kantor PT Interfood Sukses Jasindo berada di Kota Batam, Kepulauan Riau dan Jakarta. Dengan luas Gudang lebih dari 30 ribu meter persegi, perusahaan ini menyediakan produk merek Apollo, London, Ever Delicious, Alfredo, Asia Jumbo, Snekku, Bika, dan Soymaster. Kemudian ada produk Drinho, Fusipim, Kongguan, Bobo, Hosen, Golden Eagle, Seleco, dan Dailys.

    Jenis olahan produk PT Interfood Sukses Jasindo berupa makanan ringan (snack), makanan kaleng (canned food), makanan dingin (frozen food), dan minuman. Ada juga aneka produk bukan makanan alias non food serta bumbu dapur.

    Ikuti terus berita tentang BPOM dan Sarden Impor di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.