Hari Pertama Ganjil Genap Tol Cikampek, Lalin Terpantau Lancar

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengumuman sosialisasi plat nomor kerdaraan bermotor ganjil genap di depan gerbang Tol Bekasi Barat 1, Bekasi, Jawa Barat, 13 Maret 2018. Peraturan ganjil genap mulai diberlakukan di gerbang tol Bekasi Barat dan Timur, 12 Maret 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Pengumuman sosialisasi plat nomor kerdaraan bermotor ganjil genap di depan gerbang Tol Bekasi Barat 1, Bekasi, Jawa Barat, 13 Maret 2018. Peraturan ganjil genap mulai diberlakukan di gerbang tol Bekasi Barat dan Timur, 12 Maret 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mulai memberlakukan paket kebijakan ganjil genap Tol Jakarta - Cikampek pada hari ini, Senin, 12 Maret 2018 mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Hari pertama berlakunya kebijakan tersebut, kondisi lalu lintas di kedua arah berjalan lancar.

    Jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat 1 terpantau mengalami penurunan signifikan dibandingkan saat kondisi normal. Hingga kini, tercatat 1.820 kendaraan masuk melalui GT Bekasi Barat 1 arah Jakarta.

    “Angka tersebut turun 30 persen dari kondisi normal yang mencapai 2.600 kendaraan,” kata  Assistant Vice President Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Senin, 12 Maret 2018.

    Simak: Hari 1 Sistem Ganjil-Genap, Ini yang Terjadi di Tol Cikampek

    Sementara, kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Bekasi Barat 2 mencapai 1.852 kendaraan. Angka itu juga turun sebanyak 38,20 persen dari kondisi normal yang biasanya mencapai 3.000 kendaraan. Sedangkan, dari GT Bekasi Timur 2, jumlah kendaraan yang menuju ke Jakarta saat jam pemberlakuan kebijakan mencapai 1.545 kendaraan. Jumlah tersebut turun 35,60 persen dibanding kondisi normal yang mencapai 2.400 kendaraan.

    General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Jakarta - Cikampek, Raddy R.Lukman menyatakan penurunan signifikan itu dipengaruhi beberapa factor. Di antaranya adalah pengguna jalan tol mempunyai tiga opsi, yakni menggunakan jalur alternatif, beralih waktu perjalanan serta beralih moda transportasi.

    Pada hari pertama pemberlakuan kebijakan ini, pengguna jalan tol terpantau beralih waktu. Jumlah kendaraan di GT Bekasi Barat 1 naik 37 persen dari biasanya mulai pukul 04.00 hingga 05.00 WIB. Sedangkan, di GT Bekasi Timur perubahan waktu perjalanan mulai dominan terasa sejak pukul 05.00 hingga 06.00 WIB dengan jumlah kendaraan naik sebesar 23 persen dibanding hari biasa. Secara keseluruhan, dampak kebijakan penurunan kendaraan rata-rata mencapai 35 persen atau 2.783 kendaraan selama tiga jam pemberlakukan kebijakan.

    Terkait kebijakan pembatasan kendaraan golongan III sampai V, khususnya di GT Cikarut arah Cikampek, ada penurunan volume kendaraan golongan tersebut. Jumlah kendaraan menurun hingga 70 persen dibanding kondisi normal.

    Sementara, kendaraan golongan III hingga V arah Jakarta yang masuk melalui GT Cikarut mengalami penurunan sebanyak 64 persen dibanding kondisi normal.

    “Pemberlakuan paket kebijakan Jalan tol Jakarta-Cikampek dampaknya dapat dilihat dari sisi kelancaran Jalan Tol Jakarta Cikampek di kedua arah dimana kondisi kelancaran lalin terpantau lancar cukup signifikan,” kata Raddy.

    Kebijakan ini diterapkan akibat volume kendaraan tol Jakarta – Cikampek terbilang paling padat dibanding jalur lainnya. Lalu lintas kendaraan setiap hari mencapai 560 ribu, yang 80 persen di antaranya kendaraan golongan 1 atau mobil pribadi. "Truk sedikit, tapi paling vital penyebab kemacetan," kata Raddy.

    Karena itu, kata Raddy, diberlakukan pengaturan kendaraan berat di atas golongan 3 pada jam sibuk orang berangkat kerja. Untuk memperlancar lalu lintas, pemerintah juga memberlakukan sistem ganjil genap. Namun kebijakan itu hanya berlaku untuk kendaraan yang masuk ke gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.