10.000 Ton Beras Impor India Tiba di Medan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas bongkar muat beras impor dari Vietnan dari kapal Hai Phong 08 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 November 2015. Vietnam akan memasok 1 juta ton beras ke Indonesia dengan kualitas 15 persen patahan yang dikirim mulai Oktober tahun ini hingga Maret tahun depan. Tempo/Tony Hartawan

    Aktifitas bongkar muat beras impor dari Vietnan dari kapal Hai Phong 08 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 November 2015. Vietnam akan memasok 1 juta ton beras ke Indonesia dengan kualitas 15 persen patahan yang dikirim mulai Oktober tahun ini hingga Maret tahun depan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapal pembawa beras impor asal India sudah tiba di Indonesia. Kapal yang mengangkut beras impor sebanyak 10 ribu ton itu kini sudah memasuki Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara dan sedang menunggu merapat ke dermaga.

    "Kapal pembawa beras dari Pelabuhan Tanjung Priok itu sudah di Lampu Satu, Belawan dan menunggu antrean merapat ke dermaga," ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara Misbah di Medan, Selasa, 6 Maret 2018.

    Baca juga: Bulog Optimistis Sisa Beras Impor Masuk Indonesia Sebelum Maret

    Menurut dia, seperti halnya 10 ribu ton beras impor dari Thailand yang sudah masuk 24 Februari 2018, beras impor asal India itu akan disimpan di gudang Bulog Sumatera Utara.

    Disperindag berharap dengan masuknya kembali stok beras Bulog, harga beras di pasar Sumatera Utara bisa distabilkan di kisaran Rp 9.500-Rp 10.000 per kg.

    Kepala Perum Bulog Sumatera Utara Benhur Ngkaimi mengaku sudah mendapat informasi tentang akan merapatnya kapal pembawa beras impor asal India. "Kalau sudah merapat saya infokan, dan tentunya beras itu langsung dibongkar dan disimpan di gudang Bulog," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.