Bulog Optimistis Sisa Beras Impor Masuk Indonesia Sebelum Maret

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • kapal MV. Vinh Hung kapal pengangkut enam beras impor Vietnam akhirnya bersandar di Pelabuhan Indah Kiat Merak Banten, 14 Februari 2018, sejumlah pekerja melakukan bongkar muatan enam ribu ton beras.

    kapal MV. Vinh Hung kapal pengangkut enam beras impor Vietnam akhirnya bersandar di Pelabuhan Indah Kiat Merak Banten, 14 Februari 2018, sejumlah pekerja melakukan bongkar muatan enam ribu ton beras.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog optimistis beras impor dari Vietnam, Thailand, dan India sebanyak 281 ribu ton akan tiba seluruhnya pada akhir bulan ini, yakni Rabu, 28 Februari 2018.

    Sekretaris Perusahaan Bulog Siti Kuwati mengatakan saat ini beras impor yang belum masuk hanya yang berasal dari India. Beras dari Vietnam dan Thailand seluruhnya sudah tiba di Tanah Air, termasuk yang telah bongkar muat dan yang sudah masuk ke perairan Indonesia.

    “Insya Allah (tiba seluruhnya sebelum Maret 2018),” kata Siti, Selasa, 27 Februari 2018.

    Baca juga: Beras Impor Vietnam Akhirnya Dibongkar Setelah Tertahan 3 Hari 

    Hingga kini, beras impor yang masuk ke Indonesia berjumlah 261 ribu ton. Komoditas pangan itu masuk melalui sembilan pelabuhan di Indonesia. Paling banyak beras impor dibongkar di Pelabuhan Tanjung Priok, yakni sebanyak 116 ribu ton.

    Sebelumnya, Bulog mendapat mandat dari pemerintah untuk melakukan impor beras. Kontrak yang diberikan pemerintah akan berakhir pada 28 Februari 2018.

    Bulog harus memasok seluruh beras sebelum Maret 2018 dengan total 281 ribu ton dari target sebelumnya 500 ribu ton.

    Dari catatan Bulog, beras akan masuk melalui sejumlah pelabuhan, yakni Pelabuhan Belawan sebanyak 20 ribu ton, Pelabuhan Teluk Bayur 10 ribu ton, Pelabuhan Panjang 30 ribu ton, Pelabuhan Tanjung Priok 116 ribu ton, Pelabuhan Merak 45 ribu ton, Pelabuhan Tanjung Perak 20 ribu ton, Pelabuhan Tanjung Wangi 20 ribu ton, Pelabuhan Benoa 10 ribu ton, dan Pelabuhan Tenau 10 ribu ton.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.