Otorita Asahan Bubar, Dirut Inalum Laporkan Perpindahan Aset

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • inalum

    inalum

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin melaporkan perpindahan aset paska beralihnya pengelolaan Inalum dari Badan Otorita Asahan yang menjadi perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), kepada Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata.

    "Prosesnya sudah berjalan, tadi saya melaporkan perpindahan aset tersebut kepada Pak Dirjen," kata Budi Gunadi saat ditemui Tempo di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Senin, 5 Maret 2018.

    Baca: Budi Gunadi: Inalum Bakal Setara dengan Perusahaan Besar Dunia

    Seperti diketahui, paska beralihnya pengelolaan Inalum dari Badan Otorita Asahan yang menjadi perusahaan BUMN dari 1.460 hektare, sekitar 1.200 hektare akan diserahkan kepada Inalum dan sisanya diserahkan untuk keperluan Pemerintah Kabupaten Batubara, Pelindo, PJKA, dan juga Kementerian Pekerjaan Umum.

    Namun, Budi tidak menjelaskan lebih lanjut terkait berapa perpindahan aset yang sudah di urus. "Banyak, di antaranya aset-aset tanah,"  ujarnya.

    PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) resmi menjadi holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri pertambangan setelah hasil rapat umum pemegang saham luar biasa PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan Timah Tbk menyetujui perubahan status dari persero menjadi non-persero pada 29 November 2017.

    Pembentukan holding BUMN tambang tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham PT Inalum (Persero). 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.