Pertemuan IMF, BI: Indonesia Dapat Keuntungan Ekonomi Rp 5,7 T

Reporter

Editor

Anisa Luciana

Menteri Keuangan Sri Mulyani memeluk Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde saat menghadiri Konferensi Internasional Tingkat Tinggi di Jakarta, 27 Februari 2018. Konferensi tersebut membahas mengenai perkembangan ekonomi global. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan keuntungan ekonomi yang akan didapatkan Indonesia menjelang pelaksanaan sidang tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali senilai Rp 5,7 triliun.

"Dari sisi variabel, pertumbuhan seperti konsumsi, investasi, dan ekternalnya, semua akan bergerak dan dari sisi lapangan usaha sebagian besar bergerak lebih bagus," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Jumat, 2 Maret 2018.

Baca jugaLagarde Yakin Delegasi IMF Akan Perpanjang Kunjungan di Bali

Menurut Causa, pihaknya telah menghitung dampak ekonomi yang akan ditimbulkan, baik menjelang dan selama pelaksanaan perhelatan akbar itu pada 8-14 Oktober 2018 mendatang.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Pertemuan IMF dan Bank Dunia Peter Jacobs menambahkan nilai Rp 5,7 trilun tersebut bukan merupakan biaya yang dikeluarkan, melainkan manfaat yang akan diterima masyarakat, khususnya di Bali.

Pemerintah, kata dia, mengeluarkan dana Rp 800 miliar lebih untuk pertemuan IMF dan Bank Dunia yang akan dihadiri oleh 15 ribu delegasi dari 189 negara di dunia.

"Perputaran ekonomi itu akan menolong pertumbuhan ekonomi Bali. Itu merupakan dampak pertama, belum termasuk dampak lanjutannya," ucap Peter seusai mendampingi kunjungan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di BNDCC.

ANTARA






Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

24 menit lalu

Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

Bank Indonesia (BI) mencatat, pelemahan yang terjadi di nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga saat ini lebih disebabkan indeks dolar atau DXY yang memang menguat.


Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

11 jam lalu

Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen.


Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

11 jam lalu

Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing keluar bersih senilai Rp8,48 triliun selama periode 26-29 September 2022.


BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

1 hari lalu

BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

Tujuan penerbitan ini oleh BI hingga OJK adalah mengawal proses reformasi referensi suku bunga rupiah.


Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

1 hari lalu

Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

Pada Pertemuan Menteri Pertanian G20, Dirjen FAO memperingatkan implikasi berbahaya krisis pangan dari melonjaknya harga makanan dan pupuk.


UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

2 hari lalu

UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5,1 hingga 5,4 persen pada 2022.


Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

2 hari lalu

Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

Bank Indonesia (BI) angkat bicara menanggapi jebloknya nilai tukar rupiah belakangan telah tembus ke 15.266 per dolar AS.


Utang Pemerintah Naik, Kini Tembus Rp 7.236,61 Triliun

2 hari lalu

Utang Pemerintah Naik, Kini Tembus Rp 7.236,61 Triliun

Utang pemerintah hingga posisi akhir Agustus 2022 telah sebesar Rp 7.236,61 triliun. Angka itu naik sekitar 1,01 persen atau Rp 73,49 triliun dari posisi Juli 2022 sebesar Rp 7.163,12 triliun.


Layanan BI Fast Tahap IV Gandeng 10 Mitra Bank, Apa Saja?

3 hari lalu

Layanan BI Fast Tahap IV Gandeng 10 Mitra Bank, Apa Saja?

Sepuluh mitra bank resmi menjadi peserta BI Fast tahap IV melalui Multi-tenancy Infrastruktur Sharing PT Rintis Sejahtera.


OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

5 hari lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.