Banyak Kecelakaan Kerja, Ini Pengakuan dan Argumen Waskita Karya

Suasana pengerjaan pembangunan Tol Becakayu di kawasan Kalimalang, Jakarta, 7 November 2017. Saat ini, kontraktor yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sedang merampungkan Seksi 1A mulai dari Kampung Melayu-Cipinang Muara, sepanjang 3,5 kilometer. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjadi sorotan publik dalam beberapa hari belakang. Sejumlah proyek dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya ini ambruk, longsor, dan terus menimbulkan korban dari pekerja konstruksi.

Direktur Operasi II Waskita Karya, Nyoman Wirya Adnyana mengakui ada unsur kelalaian dalam sejumlah insiden yang terjadi. "Tapi bukan tidak kami prediksi dari awal, pasti kami perbaiki," katanya dalam acara diskusi di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Februari 2018.

Simak: 7 Kecelakaan Proyek Waskita Karya di 6 Bulan Terakhir

Sebanyak 14 insiden kerja silih berganti terjadi sepanjang enam bulan terakhir, dari Agustus 2017. Tujuh di antaranya dikerjakan oleh Waskita Karya yaitu kereta cepat ringan (LRT) Palembang (4 Agustus 2017), tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (22 September 2017), dan tol Pasuruan-Probolinggo (29 Oktober 2017). Selain itu Tol Layang Jakarta-Cikampek II (16 November 2017), Tol Pemalang-Batang (30 Desember 2018), Tembok Jalan Perimeter Proyek Kereta Bandara (5 Februari 2017) dan yang teranyar Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Tol Becakayu (20 Februari 2018).

Nyoman menjelaskan pemasangan pemasangan konstruksi seperti girder jalan layang yang menggunakan model non-standar. Girder non-standar memiliki panjangnya 50,8 meter, tingginya 2,3 meter, dan lebar 75 cm. Desain yang cukup langsing membuat faktor angin mesti menjadi pertimbangan. "Misalnya kecepatan angin prediksi hanya 20 km/jam, namun tiba-tiba mendadak 30 sampai 40 km/jam," ujarnya.

Pada proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan Tol Pasuruan-Probolinggo, pembangunan menggunakan girder non-standar. Girder, kata Nyoman, harus benar-benar dipasang pas agar tidak menyimpang atau muncul ekstremisitas. "Harus betul betul horizontal. Pada saat selisih tinggi dia menimbulkan daya dorong yang berbeda," tuturnya.

Atas insiden yang terus berulang, Nyoman menambahkan, Waskita Karya telah memanggil para ahli terkait untuk melakukan kajian ulang atas sejumlah proyek. "Dan itu ternyata itu butuh waktu tiga bulan untuk memastikan sebenarnya apa yang terjadi," ujarnya.

Waskita Karya bukan sama sekali lolos dari perhatian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Akhir Desember 2017, beton girder proyek Tol Pemalang Batang, Semarang, yang dikerjakan Waskita Karya tiba-tiba ambruk. Alhasil, BUMN Karya ini pun mendapat peringatan tertulis oleh Kementerian PUPR. "Kami pernah keluarkan teguran pada proyek Tol Batang (Tol Pemalang-Batang) Semarang," kata Basuki saat dikonfirmasi, Rabu, 21 Februari 2018.

Nyoman berdalih evaluasi telah dilakukan sejak mendapat peringatan tersebut. Pasca insiden Tol Becakayu baru-baru, Selasa dini hari, 20 Februari 2018, perubahan langsung dilakukan. "Kami stop pemasangan girder non standard di atas jam 5 sore," ungkapnya.

Ketua Komite Keselamatan Kerja Konstruksi Nasional (KKKN) Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengingatkan insiden kecelakaan tersebut hanyalah bagian kecil dari keseluruhan proyek. Menurut dia, lebih dari 7000 girder telah dipasang Waskita Karya dan hanya beberapa yang ambruk. "Jadi lebih banyak succes story-nya," kata Syarif.

Ia enggan merinci soal peluang sanksi bagi Waskita Karya. Menurut dia, sanksi bisa dilakukan pada perusahaan ataupun personil. Jika pada personil, sanksi terberat adalah pemecatan. Jika pada perusahaan, yang terberat adalah pencabutan izin. Syarif lantas hanya menyampaikan untuk Tol Becakayu, "Memang sudah ada yang dilaporkan kepada Pak Menteri, bahwa personil yang melakukan kecerobohan," ujarnya.






Waskita Karya Akan Right Issue Rp 3,9 T, Dananya untuk Sehatkan Arus Kas Keuangan

27 hari lalu

Waskita Karya Akan Right Issue Rp 3,9 T, Dananya untuk Sehatkan Arus Kas Keuangan

Waskita Karya (Persero) Tbk akan right issue sebesar Rp3,9 triliun.


Peroleh PMN Rp 3 Triliun Tahun Ini, Waskita Karya Bakal Gelar Rights Issue

37 hari lalu

Peroleh PMN Rp 3 Triliun Tahun Ini, Waskita Karya Bakal Gelar Rights Issue

PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan mendapatkan modal tambahan untuk merampungkan sejumlah proyek pembangunan jalan tol maupun infrastruktur pada akhir 2022.


Atap Halte Bus Transjakarta Ambruk, DPRD: Kami Koreksi Pemenang Tender

55 hari lalu

Atap Halte Bus Transjakarta Ambruk, DPRD: Kami Koreksi Pemenang Tender

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut atap halte bus Transjakarta di kawasan Balai Kota yang sedang direvitalisasi ambruk


Dua Pekerja Proyek Revitalisasi GOR Mampang Tewas Terjatuh

55 hari lalu

Dua Pekerja Proyek Revitalisasi GOR Mampang Tewas Terjatuh

Polsek Mampang menelusuri unsur kelalaian di balik tewasnya dua pekerja proyek revitalisasi GOR Mampang


Tumbuh 28,95 Persen, Waskita Karya Cetak Laba Bersih Rp294 Miliar di Semester I-2022

59 hari lalu

Tumbuh 28,95 Persen, Waskita Karya Cetak Laba Bersih Rp294 Miliar di Semester I-2022

Waskita Karya mencetak laba bersih Rp294 miliar pada semester I-2022 atau tumbuh 28,95 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.


Kebocoran Pipa Gas di Area Revitalisasi Halte Transjakarta, Wagub DKI: Human Error

21 Juli 2022

Kebocoran Pipa Gas di Area Revitalisasi Halte Transjakarta, Wagub DKI: Human Error

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, prosedur teknis pengerjaan revitalisasi halte Transjakarta sudah dijalankan. Hanya saja, menurut dia, terdapat kesalahan manusia alias human error, sehingga terjadi kebocoran pipa gas di area proyek.


Sebabkan Kebocoran Gas di Cawang, Proyek Revitalisasi Halte Transjakarta Dievaluasi

21 Juli 2022

Sebabkan Kebocoran Gas di Cawang, Proyek Revitalisasi Halte Transjakarta Dievaluasi

Pemprov DKI mengevaluasi proyek revitalisasi halte TransJakarta di dekat infrastruktur vital, menyusul kebocoran gas dari pipa milik PT PGN


Jalan Tol Kapal Betung Ruas Keramasan Betung Ditargetkan Selesai 2023

2 Juni 2022

Jalan Tol Kapal Betung Ruas Keramasan Betung Ditargetkan Selesai 2023

Pembangunan jalan tol Kayuagung-Palembang-Betung atau Kapal Betung untuk ruas Keramasan - Betung dipastikan selesai tahun depan.


Kejagung Naikkan Kasus Dugaan Korupsi ke Penyidikan, Ini Kata Waskita Beton

2 Juni 2022

Kejagung Naikkan Kasus Dugaan Korupsi ke Penyidikan, Ini Kata Waskita Beton

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) akan menghormati proses hukum yang berjalan terkait penanganan perkara dugaan korupsi


PKPU Waskita Beton Diperpanjang hingga 22 Juni, Total Tagihan Rp 8,06 Triliun

1 Juni 2022

PKPU Waskita Beton Diperpanjang hingga 22 Juni, Total Tagihan Rp 8,06 Triliun

Berdasarkan hasil verifikasi hingga 31 Mei 2022, total tagihan kreditur Waskita Beton berjumlah Rp 8,06 triliun.