Ada Perusahaan Cina di Rakor Kemaritiman, Ini yang Dikhawatirkan

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Surat undangan Rapat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur Konektivitas, Perikanan, dan Energi di wilayah Perbatasan dan Pulau Terluar. Surat undangan ini beredar viral. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat kebijakan publik Tubagus Rahadiansyah mengatakan, perusahaan asing dilarang terlibat dalam rapat pemerintahan. Pernyataan Rahadiansyah ini menanggapi beredarnya surat undangan rapat koordinasi kebijakan strategis pemerintah oleh Kemenko Kemaritiman yang mengundang perusahaan asal Cina, Rabu, 21 Februari 2018.

Dalam daftar undangan peserta rapat tersebut, ada pihak asing yakni Direktur Utama Beibu Gulf Port Group asal Cina. Sisanya adalah pejabat publik.

Baca juga: Rakor Undang Perusahaan Cina Viral, Ini Kata Kemenko Kemaritiman

“Kalau rapat kebijakan pemerintah tidak boleh ada pihak asing,” kata Tubagus Rahadiansyah  saat dihubungi, Rabu, 21 Februari 2018. Biasanya, rapat akan membahas apa yang akan dilakukan oleh pemerintah ataupun apa yang tidak akan dilakukan. Kalau itu menyangkut kebijakan pemerintah, sifatnya rahasia.

“Tidak boleh ada pihak di luar pemerintah duduk bersama ketika membahas perencanaan,” ujar dia. Dikhawatirkan, pihak asing bisa mempengaruhi kebijakan yang akan diambil. Namun, jika memang pemerintah mengundang pihak asing untuk hadir, pasti ada pertimbangan khusus oleh pemerintah.

Surat dengan kop Kementerian Koordinasi Kemaritiman, yang ditandatangani Deputi III Bidang Koordinator Iinfrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin, mengundang 40 pejabat publik ditambah direktur utama Beibu.

Dalam undangan itu, disebutkan rapat di Batam, Jumat, 23 Februari 2018, akan membahas Koordinasi Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Konektivitas dan Energi di wilayah Perbatasan dan Pulau Terluar.

Deputi III Bidang Koordinator Iinfrastruktur, Ridwan Djamaluddin, membenarkan isi surat undangan yang beredar itu. Ia juga membenarkan telah mengundang Dirut Beibu Gulf Port Group dari Cina.

Namun, Ridwan mengatakan pertemuan dengan pihak Beibu Gulf Port Group tersebut akan digelar terpsah dari rapat koordinasi. "Dengan Beibu, kami akan bicara terpisah. Tidak bersamaan dalam rapat terkait kebijakan strategis pemerintah," kata dia saat dihubungi, Rabu, 21 Februari 2018.

Diketahui, Kemenko Maritim akan menggelar rapat koordinasi perihal kebijakan pembangunan infrastruktur konektivitas, perikanan, dan energi di wailayah perbatasan dan pulau terluar. Rapat itu rencananya akan diadakan di ruang pertemuan Kantor BP Batam yang dimulai pada pukul 08.00 pagi.

Dalam lampiran daftar surat undangan peserta rapat, ada 41 Kementerian/Lembaga terkait yang diundang. Di antara nama-nama tersebut, terselip nama Direktur Utama Beibu Gulf Port Group, Yohannes Bosco di urutan ke-32.

Beibu Gulf Port Group adalah sebuah operator operasi pelabuhan terkemuka di Cina dan ASEAN. 






Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

14 jam lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

23 jam lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

1 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

2 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

3 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

3 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

6 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

6 hari lalu

OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

Berikut bocoran spesifikasi ponsel flagship dari Cina, OnePlus 11 Pro, ini selengkapnya.


Akan Rilis 26 September, vivo X Fold+ Usung Spiritual dan Simbol Peradaban Cina

7 hari lalu

Akan Rilis 26 September, vivo X Fold+ Usung Spiritual dan Simbol Peradaban Cina

Tanda plus di vivo X Fold+ diartikan sebagai lebih kuat lagi.


Data Misi Mars Cina Ungkap Bukti Keberadaan Laut Purba

7 hari lalu

Data Misi Mars Cina Ungkap Bukti Keberadaan Laut Purba

CNSA telah mengumumkan pengorbit dan penjelajah Mars telah mengirim kembali data mentah 1.480 gigabyte.