Kepala BPTJ Bambang Prihartono Menjadi Komisaris Utama PT Pelni

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono meninjau arus lalu lintas di sekitar Stasiun Palmerah, Jalan Palmerah Utara, Gelora Tanah Abang, Jakarta Pusat, 1 Agustus 2017. TEMPO/Larissa

    Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono meninjau arus lalu lintas di sekitar Stasiun Palmerah, Jalan Palmerah Utara, Gelora Tanah Abang, Jakarta Pusat, 1 Agustus 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian BUMN mengangkat Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono sebagai Komisaris Utama PT Pelni. Pengangkatan dilakukan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno.

    Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang meminta Pelni agar mampu bersinergi dengan berbagai pihak. Diharapkan, perseroan dapat memunculkan terobosan pada masa mendatang.

    “Saat ini pengiriman logistik masih banyak yang lewat darat, perlu inovasi supaya Pelni tidak hanya dikenal sebagai angkutan penumpang, namun juga angkutan logistik laut,” ujarnya melalui keterangan resmi.

    Baca juga: Pelni Kerahkan 9 Kapal untuk Program Tol Laut

    Pengangkatan Bambang Prihartono sebagai Komisaris Utama PT Pelni diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Pelni yang dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Pelni dan diumumkan melalui siaran pers pada Senin, 19 Februari 2018. 

    Di sisi lain, pada hari ini Kementerian BUMN juga mengangkat Marsyudi Syuhud sebagai Komisaris Independen PT Bhanda Gara Reksa. Penyerahan Salin Keputusan Menteri BUMN tersebut dilakukan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 19 Februari 2018.

    Pada kesempatan tersebut, Wiyardi Saputra yang menjabat Komisaris Bhanda Gara Reksa (BGR) diberhentikan secara hormat setelah masa jabatannya berakhir.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).