IHSG Ditutup Menguat, Emiten Baja Jadi Top Gainers

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta-Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat di level 6.594,401 pada perdagangan hari ini, Rabu, 14 Februari 2018. Indeks mengalami penguatan sebesar 16,22 poin atau naik 0,25 persen.

    Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada sebelumnya memprediksi penguatan IHSG hari ini didorong oleh aksi beli. "Mulai adanya aksi beli membuat IHSG mampu berbalik naik," kata Reza dalam keterangan tertulisnya kepada Tempo, Rabu, 14 Februari 2018.

    Baca: IHSG Diprediksi Bakal Menguat Secara Terbatas Hari Ini

    IHSG ditutup menguat setelah dibuka di zona merah pada level 6.557,11 pagi tadi. Adapun sepanjang hari ini IHSG bergerak pada rentang 6.572,50 hingga 6.599,31.

    Tercatat ada sebanyak 11,66 miliar saham yang diperdagangkan dengan nilai Rp 8,128 triliun dalam 345.593 kali transaksi. Sebanyak 198 saham tercatat menguat, 146 melemah, dan 128 stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp 7.355,190 triliun.

    Tiga emiten industri baja tercatat menjadi top gainers pada perdagangan hari ini, yakni ISSP (Steel Pipe Industry of Indonesia), GDST (Gunawan Dianjaya Steel), dan KRAS (Krakatau Steel). Top gainers lainnya yakni BGTG (Bank Ganesha) dan PGAS (Pertamina Gas).

    Baca berita lainnya tentang IHSG di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.