Selasa, 13 November 2018

IHSG Diprediksi Bakal Menguat Secara Terbatas Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi akan menguat pada hari ini, Selasa, 13 Februari 2018. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan mulai adanya aksi beli membuat IHSG diharapkan mampu berbalik naik.

    "Tapi kenaikan ini tetap harus diuji kembali ketahanannya untuk bisa membuat kenaikan pada perdagangan lanjutan," kata Reza, dalam keterangan tertulis, Selasa.

    Baca: Sentimen Dalam Negeri Dorong IHSG ke Zona Hijau

    Reza memprediksi pergerakan IHSG akan mampu masuk ke area resisten 6.518-6.528. IHSG diperkirakan akan berada di kisaran support 6.503-6.514 dan resisten 6.536-6.548.

    Meski demikian, kata Reza, diharapkan aksi beli masih dapat berlanjut sehingga kenaikan ini dapat bertahan. "Tetap waspada terhadap adanya aksi-aksi profit taking yang dapat membuat IHSG tertahan kenaikannya," ujarnya.

    Sebelumnya, pada perdagangan Senin, 12 Februari 2018, IHSG tercatat menanjak naik sebesar 17,93 poin atau 0,28 persen. Namun kenaikan itu masih berada di bawah pelemahan sebelumnya, yang turun 39,11 poin atau 0,598 persen.

    Menurut Reza, penguatan IHSG sebelumnya merupakan imbas dari kenaikan bursa saham Amerika Serikat pada akhir pekan kemarin. Kenaikan IHSG ini juga tercatat berada di tengah-tengah rupiah yang kini sedang melemah dan minimnya transaksi net sell dari asing. Menguatnya IHSG tercatat didukung aksi beli yang terjadi pada saham-saham di sektor perkebunan, pertambangan, dan properti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?