Rabu, 14 November 2018

Ini Pesan DPR untuk RUPSLB Pertamina

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Panitia Kerja Migas Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Herman Khaeron berbicara kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, 12 Februari 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Panitia Kerja Migas Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Herman Khaeron berbicara kepada wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, 12 Februari 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Kerja Migas Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat memiliki pesan untuk rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar PT Pertamina (Persero) hari ini. Pesan ini terutama terkait dengan kabar bakal adanya pergantian direksi yang santer beredar hari ini.

    Ketua Panja Migas Komisi Energi DPR Herman Khaeron mengatakan para pemegang saham harus mempertimbangkan betul-betul siapa yang akan ditugaskan di Pertamina. Dia beralasan, Pertamina merupakan BUMN yang mendapatkan banyak penugasan.

    "Kami sarankan, kalau ada resuffle harus dipikirkan betul betul. Jangan sampai orang enggak ngerti ditaruh di Pertamina," kata Herman di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018.

     Simak: Holding Migas Menunggu Peraturan Pemerintah

    Herman menyebut ada tiga aspek dan kata kunci (keyword) yang membuat Pertamina harus diurus dengan profesionalitas.

    "Pertama high risk, kemudian high cost sangat padat modal, dan ketiga menyangkut hajat hidup orang banyak. Harus profesional, tidak bisa coba-coba dan pemerintah harus memberi dukungan penuh," kata Herman.

    Sebelumnya beredar kabar bahwa Direktur Pemasaran Pertamina saat ini, M Iskandar, akan diangkat menjadi Direktur Utama menggantikan Elia Massa Manik.

    Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Alex J. Sinaga dikabarkan akan menjadi Wakil Direktur Utama, dan CEO PT Pertamina Hulu Energi Gunung Sardjono dikabarkan akan didapuk sebagai Direktur Marketing Retail.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?