Selasa, 21 Agustus 2018

Saham BRI Dorong IHSG Sesi I Menguat 0,24 Persen

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin, 12 Februari 2018, dengan kenaikan 0,24 persen atau 15,38 poin ke level 6.520,90 pada akhir perdagangan sesi I.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di zona hijau pada kisaran 6.498,69-6.529,02. Sebanyak 258 saham menguat, 102 saham melemah, dan 211 saham stagnan dari 571 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Saham BRI yang menguat 1,35 persen menjadi pendorong utama pergerakan IHSG di akhir sesi I, disusul PT Hanson International Tbk, yang melonjak 34,15 persen, dan BCA, yang menguat 0,42 persen.

    Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Berada di Zona Merah

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan dorongan utama dari sektor properti yang menguat 1,31 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 0,95 persen.

    Adapun sektor industri dasar dan konsumer melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut di sesi I dengan pelemahan masing-masing 1,82 persen dan 0,16 persen.

    Saham MYRX (+34,15 persen), PWON (+1,52 persen), BSDE (+1,14 persen), dan ADHI (+3,00 persen) menjadi penekan utama pelemahan sektor industri dasar pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Baca juga: Pekan Depan Perdagangan IHSG Masih Dibayangi Aksi Jual

    Berikut ini 10 emiten pendorong utama IHSG siang ini.

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:

    BBRI +1,35 persen

    MYRX +34,15 persen

    BBCA +0,42 persen

    ASII +0,61 persen

    TLKM +0,51 persen

    Berdasarkan persentase:

    MYRX +34,15 persen

    RIMO +28,87 persen

    BBLD +22,41 persen

    TPMA +21,83 persen

    BPFI +18,52 persen

    Head of Research Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto memproyeksikan IHSG diperkirakan akan menguat terbatas pada rentang 6.475-6.535. Adapun sentimen dari dalam negeri cenderung positif, yakni surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2017 tercatat US$ 11,6 miliar.

    “Memulai perdagangan pada awal pekan ini IHSG sudah memiliki beberapa bekal positif,” kata David dalam riset, Senin.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.