PT KAI Perbaiki Jalur Kereta Bogor-Sukabumi Akibat Longsor

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur kereta Bogor - Sukabumi putus akibat longsor. facebook.com/KRL-Mania

    Jalur kereta Bogor - Sukabumi putus akibat longsor. facebook.com/KRL-Mania

    TEMPO.CO, Jakarta -Vice President Corporate Communications PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) , Agus Komarudin mengatakan, perusahaannya bersiap memperbaiki rel kereta api Bogor-Sukabumi yang menggantung akibat tanah landasannya ambrol yang terjadi bersamaan dengan sejumlah bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor, Senin, 5 Februari 2018. “Penanganan darurat akan dilakukan pembangunan, perbaikan oleh PT KAI, nanti secara permanen oleh Balai Perkeretaapian atau Direktorat Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan,” kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu, 7 Februari 2018.

    Agus mengatakan, saat ini PT KAI tengah memobilisasi peralatan untuk memulai perbaikan rel kereta yang mengantung akibat longsor. Longsor dilaporkan terjadi di Kilometer 20+7/8 jalur Cigombong-Cicurug yang biasa dilintasi Kereta Pangrango yang melayani rute Bogor-Sukabumi. “Evakuasi korban baru saja selesai, sekarang sedang persiapan,” kata dia.

    Menurut Agus, estimasi perbaikan darurat di rel yang menggantung itu diperkirakan akan memakan waktu antara 2-3 hari. “Penanganan darurat itu nantinya kereta yang lewat di wilayah itu aka kita kurangi kecepatannya, dengan memberlakukan pembatasan kecepatan, terbatas sekali kecepatan kereta yang lewat di sana. Tujuannya agar kereta tidak terlalu lama terhenti operasinya,” kata dia.

    Agus mengatakan, perbaikan permanen di rel menggantung itu akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, perbaikan rel kereta yang menggantung itu baru bisa dilakukan setelah proses evakuasi korban yang dilaporkan hilang akibat longsoran tersebut yang menimbun rumah warga di bawahnya dinyatakan selesai.

    Dedi mengatakan, ada 5 orang yang dilaporkan hilang akibat longsor tersebut menimpa 3 rumah di bawahnya. “Ada rumah di sana tertimbun, setelah dinyatakan evakuasi selesai, baru pekerjaan perbaikan berjalan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.