PT KAI dan Waskita Lakukan Uji dan Evaluasi Jalur Kereta Bandara

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akibat Longsor di Underpass Bandara Soetta, trayek kereta bandara terpaksa dihentikan sementara dan arus lalu lintas di Parimeter Selatan dialihkan.

    Akibat Longsor di Underpass Bandara Soetta, trayek kereta bandara terpaksa dihentikan sementara dan arus lalu lintas di Parimeter Selatan dialihkan.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan PT Waskita Karya tengah melakukan pengujian dan evaluasi terhadap konstruksi Jalur Kereta Bandara di Jalan Perimeter Selatan yang terkena longsor pada Senin, 5 Februari 2018.

    "Masih diperiksa oleh tim kami di sana, nanti juga akan diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang akan ditindaklanjuti oleh seluruh pihak terkait, baik kami, Ditjen KA," kata Direktur Keselamatan PT Kereta Api Indonesia, Apriyono Wedi Chresnanto, di Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018.

    Dia mengatakan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait kejadian tersebut, baik itu dengan PT Railink, Angkasa Pura II, dan Badan SAR Nasional (Basarnas).

    Baca juga: Kereta Bandara Terhenti Karena Longsor, Begini Penjelasan AP II

    Humas PT Railink, Diah Suryandari, menyatakan operasional Kereta Bandara saat ini masih dihentikan sementara menunggu hasil pengujian dan evaluasi konstruksi jalur lintas Kereta Bandara.

    "Kereta Bandara akan beroperasi ketika jalur lintas Kereta Bandara dinyatakan aman oleh PT KAI dan PT Waskita Karya," katanya.

    Saat ini tim teknis dari PT KAI, Waskita Karya, dan Virama Karya berkolaborasi melakukan proses penelitian geometris jalan rel untuk memastikan kondisi jalan rel sampai dinyatakan aman untuk dilalui.

    Jika dinyatakan aman, Kereta Bandara Soekarno-Hatta akan dioperasikan kembali dengan pembatasan kecepatan.

    "Mudah-mudahan tidak sampai dua hari, Kereta Bandara sudah bisa beroperasi lagi. Enggak sampai satu pekan," kata Senior Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daop I, Edy Kuswoyo.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).