Kembangkan Pendidikan Vokasi, Pemerintah Gandeng Swiss

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal mobil listrik Nissan Note e-Power di ICE, BSD City, Tengerang, Banten, Senin, 13 November 2017. Dok. Nissan

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal mobil listrik Nissan Note e-Power di ICE, BSD City, Tengerang, Banten, Senin, 13 November 2017. Dok. Nissan

    Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Swiss telah menandatangani nota kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi, khususnya untuk sistem politeknik dan akademi komunitas melalui program The Skills for Competitiveness (S4C) Project.

    Baca: Sri Mulyani Mulai Rintis Dana Abadi untuk Pendidikan

    Kementerian Perindustrian, selaku pihak yang bertanggung jawab atas kerja sama tersebut, berharap program itu dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sesuai kebutuhan dunia industri.

    “Pemerintah Swiss akan memberikan bantuan sebesar Rp 110 miliar dalam bentuk fisik dan pelatihan untuk empat sekolah vokasi Kementerian Perindustrian dan satu milik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dikutip dari siaran pers Kementerian Perindustrian, Ahad, 28 Agustus 2018.

    Johann N Schneider-Ammann, selaku Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss, merupakan pihak yang bertanggung jawab langsung terhadap program tersebut. Penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Swiss dilakukan di sela kegiatan World Economic Forum (WEF) 2018 di Davos.

    Adapun empat sekolah yang akan mendapat bantuan tersebut, yakni Politeknik Baja Batulicin (Kalimantan Selatan), Politeknik Logam Morowali (Sulawesi Tengah), Politeknik Kayu dan Pengolahan Kayu Kendal (Jawa Tengah), serta Akademi Komunitas Industri Logam Bantaeng (Sulawesi Selatan). Sementara itu, satu sekolah milik Kemenristekdikti adalah Politeknik Pemrosesan Ikan Jember (Jawa Timur).

    Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan, cakupan dari program kerja sama itu akan berkaitan dengan manajemen, kuliah dan pelatihan, penambahan kurikulum, serta penyiapan jejaring dan dukungan teknis dalam pengembangan sistem pendidikan vokasi. “Mereka berkomitmen mendanai fase pertama selama empat tahun proyek,” kata dia.

    Airlangga optimistis, program ini ke depannya akan menghasilkan anak muda dengan kualifikasi dan kualitas yang lebih baik dan dapat mengisi posisi manajemen tingkat menengah di industri untuk mengoptimalkan proses produksi.

    Terlebih, kata dia, dunia industri saat ini sedang memasuki tahap Industry 4.0. Salah satu kunci untuk memaksimalkannya ialah dengan melalui pembangunan SDM.

    Menurutnya, Swiss merupakan salah satu negara yang unggul mengembangkan pendidikan vokasi, khususnya dalam penerapan sistem ganda (praktik dan teori). “Swiss ingin agar Indonesia juga punya kemampuan yang sama,” ujarnya.

    Oleh sebab  itu, Airlangga terus gencar meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan industri di sejumlah wilayah di Indonesia. “Implementasi program ini seperti yang diterapkan di sekolah-sekolah vokasi kami karena telah menjadi rujukan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.