Pengembang Ini Tawarkan KPR dengan DP Nol Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagai pengampu mandat penyalur KPR bagi masyarakat menengah ke bawah, Bank BTN terus berinovasi melahirkan beragam produk.

    Sebagai pengampu mandat penyalur KPR bagi masyarakat menengah ke bawah, Bank BTN terus berinovasi melahirkan beragam produk.

    TEMPO.CO, Maja - Mirip dengan program uang muka kredit perumahan atau KPR nol rupiah (DP Nol Rupiah) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, salah satu pengembang di daerah Maja, Lebak, menawarkan program uang muka 0 persen (DP Nol Persen). PT Bukit Nusa Indah Perkasa, pengembang Permata Mutiara Maja menawarkan program itu kepada calon pembeli hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. 

    Direktur PT Bukit Nusa Indah Perkasa Cornelius Widjaja mengatakan memakai skema pembiayaan DP Nol Persen kepada calon pembeli rumah tapak MBR bersubsidi sebanyak 1.000 unit. Dia menegaskan, konsep DP Nol Persen yang dilakukan ini berbeda dari konsep pembiayaan DP Nol Rupiah yang telah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Baca: BTN Siapkan KPR Mikro Bagi Pekerja Informal di Kabupaten Kendal

    "Itu di Jakarta, berbeda. Karena Maja ini kan di Banten," ujar Cornelius di Citra Maja Raya, Kamis, 25 Januari 2018. "Dan ini sesuai kriteria pemerintah, minimal 5 persen. Tetapi cara kami adalah subsidi. Jadi istilahnya, developer ini nombok. Kami yang bayarin."

    Cornelius menyebut skema pembiayaan ini juga membebaskan konsumen dari PPN. Sehingga, plafon pembiayaan murni dari calon pembeli sebesar 95 persen saja. Meskipun begitu, kata Cornelius, surat-surat BPHTB, biaya KPR, dibayarkan oleh konsumen. 

    Menurut Cornelius, konsep DP Nol Persen ini sangat membantu generasi muda atau pekerja muda yang berpenghasilan rendah untuk bisa mendapatkan rumah. Selain itu, konsep ini dinilai ramah bagi generasi muda yang memiliki kebiasaan menabung sangat rendah."Kita cicil nanti 3-6 kali. Saat ini masih ada yang ready stock (MBR bersubsidi)," tuturnya.

    Di luar karakter milenial yang cocok dengan pembiayaan rumah DP Nol Persen, kata Cornelius, ada sejumlah permasalahan yang bisa menghantui konsumen. Salah satunya adalah identitas diri melalui e-KTP tidak bisa terdaftar yang membuat pengajuan beli rumah oleh konsumen ditolak atau terhalang prosesnya oleh perbankan.

    Contoh lain adalah ketika konsumen memanipulasi penghasilan dan data diri sehingga mempersulit proses pengambilan KPR di perbankan. "Target subsidi kami ada 1.000 unit kami tak tahu sampai kapan. Jadi ya, siapa cepat ya dia yang ambil," kata Cornelius.

    Sepanjang 2017 kata Cornelius, Permata Mutiara Maja sudah menjual rumah MBR bersubsidi sebanyak 1.000 unit melalui program KPR. Rencananya, tahun ini masih akan membangun 1.000 unit rumah MBR bersubsidi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.