Impor Beras, Bulog Cuma Dapat 346 Ribu Ton

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beras impor asal Thailand beredar di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 20 Februari 2015. Bulog memastikan tak akan impor beras tahun 2015. Sebab harga beras pada 2015, diyakini tidak akan terlalu bergejolak karena produksi berlimpah. TEMPO/Subekti

    Beras impor asal Thailand beredar di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 20 Februari 2015. Bulog memastikan tak akan impor beras tahun 2015. Sebab harga beras pada 2015, diyakini tidak akan terlalu bergejolak karena produksi berlimpah. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan untuk sementara ini hanya dapat mengimpor 346 ribu ton beras dari target 500 ribu ton.

    "Sekarang ini disuruh impor maksimum 500 ribu (ton beras), sementara dapatnya 346 ribu ton beras," kata Direktur Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Djarot Kusumayakti di Jakarta, Senin, 22 Januari 2018.

    Namun sayangnya Djarot tidak menjelaskan alasan mengapa target impor beras tersebut tidak tercapai.

    Baca juga: Bulog Pastikan Impor Beras Tak Lebih Dari 500 Ribu Ton

    Seperti yang diketahui bersama, Kementerian Perdagangan mengeluarkan kebijakan impor beras setelah pihaknya tidak mendapatkan data tentang stok beras dari Kementerian Pertanian.

    Keputusan impor pun diambil setelah sebelumnya mengesahkan Peraturan Menteri perdagangan Nomor 1 Tahun 2018 terlebih dahulu.

    Akan tetapi, setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla berkomentar tentang keputusan impor tersebut, impor melalui Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dibatalkan dan digantikan kembali dengan Bulog.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.