Sri Mulyani: Fokus Harga Beras Stabil Demi Menahan Laju Inflasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani saat bicara soal kondisi keuangan negara terutama masalah hutang luar negeri Indonesia di kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Minggu (14/6). Dia membantah bahwa BLT berasal dari pinjaman luar negeri. TEMPO/Adri Irianto

    Menkeu Sri Mulyani saat bicara soal kondisi keuangan negara terutama masalah hutang luar negeri Indonesia di kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Minggu (14/6). Dia membantah bahwa BLT berasal dari pinjaman luar negeri. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan upaya menstabilkan harga beras menjadi fokus pemerintah saat ini. Sri Mulyani mengatakan keputusan ini merupakan hasil keputusan rapat yang digelar bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama sejumlah kementerian terkait.

    "Fokus untuk menstabilkan harga-harga beras itu menjadi salah satu yang utama pada bulan-bulan ini," kata Sri Mulyani di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.

    Sri Mulyani mengatakan pemerintah telah menerima peringatan terkait kenaikan harga pangan, terutama beras, sejak beberapa bulan lalu. Penstabilan harga beras, ujar dia, juga menjadi upaya menekan laju inflasi.

    Ihwal laju inflasi ini, Sri Mulyani berujar Bank Indonesia tentunya akan memantau faktor-faktor pemicu. Adapun dari sisi pemerintah, Kementerian Keuangan akan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian dalam pelaksanaan tata kelola terkait impor beras.

    "Berkaitan dengan impor beras, Direktorat Jenderal Bea Cukai tentu akan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian sehingga kita bisa menjalankan keputusan pemerintah itu secara baik, transparan, sehingga tidak ada masalah tata kelola," kata Sri Mulyani.

    Sri Mulyani mengatakan Direktorat Jenderal Bea Cukai juga bakal memastikan arus barang impor beras berjalan lancar sehingga dapat menjaga kestabilan harga.

    "Misalnya dari policy impor kami akan melakukan dari sisi kelancaran arus barang, sehingga harga bisa ditekan atau distabilkan pada level yang tetap terjaga rendah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.