Sabtu, 18 Agustus 2018

Jasa Kurir Sambut Dicabutnya Larangan Sepeda Motor

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Komersial TIKI Rocky Nagoya, Direktur Utama TIKI Titi Oktarina, dan Direktur Pelaksana TIKI Tomy Sofhian dalam peresmian station dan sales counter cabang Fatmawati, Jakarta Selatan, 28 November 2017. Tempo/Caesar Akbar

    Direktur Komersial TIKI Rocky Nagoya, Direktur Utama TIKI Titi Oktarina, dan Direktur Pelaksana TIKI Tomy Sofhian dalam peresmian station dan sales counter cabang Fatmawati, Jakarta Selatan, 28 November 2017. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku usaha bisnis pengiriman barang atau jasa kurir menyambut baik penghapusan Peraturan Gubenur DKI Jakarta Nomor 196/2014 tentang larangan motor melintas di jalan protokol.

    CEO PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), Tommy Sofhian, mengatakan dengan dibolehkannya sepeda motor melintas, pengiriman barang bisa menghemat waktu.

    "Kami menyambut baik karena armada motor bisa lebih cepat mengantar kiriman di daerah tersebut," katanya pada Kamis, 11 Januari 2018.

    Baca juga: Bidik Selatan Jakarta, TIKI Buka Gerai Terbaru di Fatmawati

    Sejak sepeda motor dilarang melintas, waktu pengiriman TIKI molor 1-2 jam. Meski begitu, tidak ada pelanggan yang protes karena barang tiba ke tangan masih dalam hari yang ditentukan.

    Biaya operasional sendiri akibat peraturan ini diakui Tommy naik walaupun tidak sangat signifikan.

    Sementara itu, Managing Director Grab Indonesia, Ridzky Kramadibrata, mengatakan bisnis pengiriman barang GrabExpress akan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. "Grab berkomitmen untuk selalu menaati aturan yang berlaku," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.