Wisatawan Cina di Bali Menurun, Turis Australia Mendominasi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan membawa barang milik mereka setibanya di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, 30 Desember 2017. Bandara Ngurah Rai mulai dipadati penumpang dari berbagai daerah yang akan berlibur dan merayakan pergantian tahun baru 2018 di Bali. ANTARA FOTO

    Wisatawan membawa barang milik mereka setibanya di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, 30 Desember 2017. Bandara Ngurah Rai mulai dipadati penumpang dari berbagai daerah yang akan berlibur dan merayakan pergantian tahun baru 2018 di Bali. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisatawan asal Australia mulai mendominasi jumlah penumpang internasional yang memasuki Bandar Udara Ngurah Rai, Bali, dan menyalip jumlah penumpang asal Cina.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim mengatakan perubahan ini terjadi sejak 21 Desember 2017. Namun, untuk kepastian berapa jumlah penumpang asal Australia dan Cina, pihaknya masih menunggu perhitungan hingga pertengahan bulan ini.

    Arie menyebut, walaupun pemerintah Cina telah mencabut travel warning ke Bali, masih banyak penumpang asal negara tersebut yang membatalkan penerbangan menuju Pulau Dewata. Saat ini, ada tiga maskapai yang sudah memfasilitasi penerbangan langsung dari Cina menuju Bali, yakni Eva Air, Garuda Indonesia, dan China Airlines.

    Baca juga: Jumlah Wisman 2017 Tak Capai Target, Menpar: Akibat Gunung Agung

    Rata-rata keterisian penumpang masing-masing pesawat hanya mencapai 60 persen. Padahal biasanya terisi penuh.

    Selain itu, pengajuan pesawat carter dari Cina ke Bali juga belum ada hingga saat ini. Padahal pada hari normal bisa tercatat hingga 10 frekuensi selama periode Februari sampai April 2017.

    "Yang jelas belum ada official letter penerbangan langsung," kata Arie, Selasa, 9 Januari 2018.

    Menjelang perayaan Imlek pada Februari mendatang, pergerakan penumpang asal Cina diharapkan mulai meningkat jumlahnya. Harapan ini berdasarkan pengalaman sebelumnya, yakni setiap perayaan Imlek, jumlah penumpang Cina terus meningkat.

    "Kami akan mengamati terus pergerakan wisatawan asal Cina mulai Januari, apakah penumpang memutuskan liburan ke Bali," tutur Arie.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.