Kamis, 22 Februari 2018

JK Sebut Ada Anomali dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Reporter:

Budiarti Utami Putri

Editor:

Martha Warta

Selasa, 2 Januari 2018 13:14 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • JK Sebut Ada Anomali dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (tengah), Menkeu Sri Mulyani (ketiga kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso (ketiga kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan), Dirut Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (kiri), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (kedua kiri) membuka perdagangan saham 2018 di BEI, Jakarta, 2 Januari 2018. JK berharap makin banyak investor yang menanamkan modal di sektor riil. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan terjadi anomali dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Alasannya, menurut JK, pertumbuhan ekonomi masih tertahan kendati indikator ekonomi bagus.

    "Hampir semua indikator-indikator ekonomi nasional kita membaik, walaupun terjadi anomali, kenapa larinya kurang terlalu kencang," ucap JK di gedung BEI, Jakarta, pada Selasa, 2 Januari 2017.

    Baca: Kalla Tak Yakin Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen Tercapai 

    JK mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak secepat negara lain kendati inflasi tercatat rendah. Siang ini, Badan Pusat Statistik merilis data inflasi Indonesia sepanjang 2017 sebesar 3,61 persen.

    JK menyebut kondisi tersebut debatable lantaran utang nasional dan harga komoditas relatif terjaga. Situasi politik nasional, ujar JK, juga terjaga dan stabil. JK berujar, harga komoditas pun tak bisa dikambinghitamkan atas dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

    "Dulu kita tumbuh 5 persen karena harga batu bara turun, karet turun, sawit turun. Sekarang alhamdulillah naik. Alhamdulillah untuk kita. Untuk negara lain masya Allah," tutur JK.

    JK membuka perdagangan di pasar modal pagi ini. Dalam sambutannya, JK mengapresiasi PT Bursa Efek Indonesia dan semua pihak yang telah berkontribusi mendorong pertumbuhan pasar modal pada tahun lalu. JK juga menyampaikan harapannya agar tidak hanya pasar saham yang bertumbuh, tapi juga investasi di sektor riil.

    "Semoga tahun depan makin banyak perusahaan yang listing di sini, supaya lebih ramai. Bukan hanya di perdagangannya, tapi ramai juga dalam efek di perdagangannya," kata JK.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

     


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Inilah Wakanda dan Lokasi Film Black Panther Buatan Marvel

    Marvel membangun Wakanda, negeri khayalan di film Black Panther, di timur pantai Danau Victoria di Uganda. Sisanya di berbagai belahan dunia.