Analis: Ekonomi Indonesia di 2018 Penuh Peluang dan Risiko

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (ketiga kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan) dan Dirut BEI Tito Sulistio (ketiga kanan) bersiap menutup perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 29 Desember 2017. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (ketiga kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan) dan Dirut BEI Tito Sulistio (ketiga kanan) bersiap menutup perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 29 Desember 2017. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta -Analis PT Recapiral Sekuritas Indonesia Kiswoyo Adi Joe memprediksi dalam pertumbuhan ekonomi di 2018 akan menjadi tahun yang penuh peluang dan risiko. Risiko yang akan dihadapi oleh market adalah adanya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada semester II tahun 2018 nanti, serta pemilihan presiden di 2019.

    “Di mana aura pilpres sudah terasa di 2018,” ujar Kiswoyo dalam keterangan tertulis Market Outlook 2018 pada Minggu, 31 Desember 2017.

    Baca: Proyeksi 2018: Ekonomi di Tahun Politik dan Krisis 10 Tahunan 

    Ia berujar, setiap kali Indonesia mengadakan pemilu, putaran uang di masyarakat akan bergerak lebih banyak dari biasanya. Putaran uang yang bergerak lebih banyak akan membuat market atau pasar modal bergerak lebih tinggi. “Ada beberapa saham yang akan terkena efek positif secara langsung dari momen pilkada atau pilpres ini,” kata Kiswoyo.

    Semester 1 di tahun 2018, ia melihatnya sebagai masa paling aman untuk trading atau investasi di Bursa Saham Indonesia / IDX dibandingkan dengan semester 2 tahun 2018. Market Outlook 2018 Short Market Outlook 2018 19 Desember 2017 Kami melihat IHSG di tahun 2018 bisa membuat new high baru hingga ke level 6500. Tetapi IHSG di akhir tahun 2018 akan berada di range 6200 - 6300.

    Saat pemilu, akan banyak kegiatan yang mengeluarkan biaya tak sedikit. Mulai dari pencetakan poster, spanduk, umbul umbul, kaos seragam, belum lagi bagi bagi sembako, dan kegiatan lainnya. Karena itu uang akan banyak berputar di masyarakat bawah. Efek positifnya pada Bursa saham Indonesia ada di saham konsumsi dan media yang akan terkena dampak positif secara langsung. Sedangkan saham perbankan sebagai penyokong kegiatan ekonomi juga akan terkena dampak tidak langsung.

    “Saham konsumsi yang menurut kami menarik adalah UNVR, INDF, ICBP, ROTI. Saham media yang menurut kami menarik adalah MNCN dan SCMA. Saham perbankan yang kami lihat masih menarik adalah BBCA, BBRI, BMRI, BBNI,” ucap Kiswoyo. Ia juga melihat peluang harga saham untuk naik di semester 1 tahun 2018 akan lebih tinggi dibandingkan dengan di semester 2 tahun 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.