Dongkrak Ekonomi 2018, Sri Mulyani: Sentimen Positif Harus Dijaga

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta semua pihak menjaga momentum peningkatan ekspor dan investasi yang sudah tercapai sejak kuartal ketiga tahun ini. Sebab, dua hal itu akan membantu bagi geliat perekonomian di Indonesia pada 2018.

    "Momentum naiknya nilai investasi dan ekspor tersebut harus kita jaga. Sentimen positif itu diharapkan mampu untuk mendongkrak ekonomi pada tahun depan," ucap Sri Mulyani di Aula Djuanda 1 Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.

    Baca: Membuat Sri Mulyani Khawatir, Apa Itu Bitcoin?

    Untuk menjaga momentum tersebut, Kementerian Keuangan akan berfokus pada program-program menjaga sentimen-sentimen positif tersebut. Secara khusus, kata Sri Mulyani, Kementerian Keuangan akan berfokus pada belanja investasi khususnya di bidang infrastruktur.

    Sri Mulyani mengatakan tingkat investasi dan ekspor Indonesia meningkat cukup tajam. Peningkatan tersebut merupakan kabar baik bagi para investor jika dibandingkan dengan tingkat investasi tahun sebelumnya.

    Karena itu, Sri Mulyani optimistis hal ini bisa meningkatkan perekonomian Indonesia pada 2018. Ia juga berujar bahwa indikasi peningkatan perbaikan ekonomi tersebut bisa dilihat terutama sejak kuartal III tahun 2017. "Untuk pertama kalinya ekspor mampu mencapai double digit dan untuk pertama kali juga investasi tumbuh di atas 7 persen."

    Hal itu disampaikan oleh Sri Mulyani dalam acara Investor Gathering Tahun 2017 yang bertajuk "Pembiayaan Produktif Mendukung APBN yang Berkualitas." Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan dengan tujuan menyampaikan paparan dan diskusi terkait dengan outlook perekonomian dan kebijakan fiskal dan strategi pembiayaan APBN 2018.

    Selain itu, Sri Mulyani mengatakan tingkat investasi yang terus tumbuh tersebut juga terlihat pada indikator turunan lainnya, seperti impor bahan baku yang juga turut tumbuh 15 persen. Dari sisi penerimaan pajak, kata dia, baik pajak PPN, PPh Pribadi, maupun pajak korporasi juga turut meningkat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.