26 Proyek Infrastruktur Senilai Rp 46,5 T Terbangun Sejak 2016

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah menyelesaikan pembangunan underpass di kawasan Mampang, Jakarta, 28 Agustus 2017. Pembangunan infrastruktur dipercaya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah menyelesaikan pembangunan underpass di kawasan Mampang, Jakarta, 28 Agustus 2017. Pembangunan infrastruktur dipercaya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2019. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) telah mengumumkan hasil pencapaian proyek strategis nasional (PSN) yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak 2016 silam. Hasilnya, dari 245 proyek plus 2 program yang dicanangkan dalam program PSN, sebanyak 20 proyek di antaranya telah dirampungkan pada 2016.

    "Sedangkan hingga 19 Desember 2017, ada tambahan 6 proyek lagi yang telah diselesaikan. Sehingga dari kurun waktu 2016 hingga 2017, ada 26 proyek yang selesai dan sudah beroperasi dengan nilai total proyek sebesar Rp 46,5 triliun," ujar Ketua Tim KPPIP Wahyu Utomo di Jakarta, Rabu, 20 Desember 2017.

    Baca: Jokowi Disebut Hobi Bangun Infrastruktur, Ini Kata Sri Mulyani

    Wahyu menambahkan, adapun ke enam proyek yang berhasil dirampungkan di tahun ini terdiri dari jalan akses Tanjung Priok, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau di Kabupaten Hulu, PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara, jalan tol Soreang-Pasir Koja, dan jalan tol Surabaya-Mojokerto.

    Di samping itu, kata Wahyu, hingga kini terdapat 145 proyek dan 1 program yang tengah memasuki masa konstruksi, 9 proyek sedang memasuki tahap transaksi, dan 86 proyek plus 1 program tengah memasuki tahap persiapan. Wahyu berujar, dari 145 proyek yang tengah memasuki masa konstruksi tersebut, terdapat 37 proyek di antaranya yang telah beroperasi secara sebagian.

    Wahyu berujar, adapun proyek-proyek yang telah beroperasi secara sebagian tersebut terdiri dari jalan tol Medan-Kualanamu-Lubuk Pakam-Tebing Tinggi, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, dan KEK Mandalika.

    "Proyek-proyek tersebut telah beroperasi, tapi masih kami hitung dalam tahap konstruksi karena belum sepenuhnya beroperasi," ujar pria yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian tersebut.

    Adapun PSN merupakan proyek pilihan pemerintah yang dianggap memiliki peran strategis atas perekonomian, kesejahteraan sosial, pertahanan, dan kedaulatan rakyat. Program tersebut diatur dalam Perpres No. 3 tahun 2016 j.o Perpres No. 58 tahun 2017.

    Hingga kini, terdapat 245 proyek plus 2 program yang dimasukan ke dalam program PSN dengan estimasi total nilai investasi mencapai Rp 4,4 triliun. Seluruh PSN terbagi ke dalam 15 sektor dengan jumlah proyek infrastruktur terbanyak adalah sektor jalan (74 proyek), sektor bendungan (54 proyek), dan sektor kawasan (30 proyek).

    Adapun 2 program yang dimasukan ke dalam PSN terdiri dari program ketenagalistrikan sebesar 35 ribu megawatt, dan program industri pengembangan pesawat R-80 dan N-245.

    ERLANGGA DEWANTO | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.