Pemerintah Prediksi Pesawat R80 Tak Bisa Diproduksi 2018, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BJ Habibie mengumumkan program crowdfunding untuk pesawat R80, Kamis, 28 September 2017. Kredit: Zul'aini Fi'id

    BJ Habibie mengumumkan program crowdfunding untuk pesawat R80, Kamis, 28 September 2017. Kredit: Zul'aini Fi'id

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan produksi Pesawat R80 secara komersial belum akan dimulai tahun depan. Persiapan menuju proses produksi masih panjang.  Deputi VI Bidang Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan produksi pesawat baru bisa setelah ada sertifikat dari Kementerian Perhubungan.

    PT Regio Aviasi Industri (RAI) sebagai sponsor masih berupaya mencari dana untuk membuat purwa rupa (prototipe) pesawat. "Kalau saya pikir memang tidak mungkin dalam 2018 dia sudah membangun," ujar Wahyu di Grand Mercure, Jakarta, Kamis, 14 Desember 2017.

    Baca juga: Habibie Ajak Masyarakat Patungan Garap Pesawat R80

    Prototipe diperlukan agar pesawat bisa menjalani uji kelaikan terbang. Pengujian tersebut nantinya akan menghasilkan sertifikat. Setelah itu, pesawat baru dapat diproduksi.

    Produksi pesawat R80 merupakan salah satu dari 247 Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun Wahyu menuturkan pemerintah tidak akan membantu pendanaan proyek tersebut. "Pemerintah akan membantu dalam hal perizinan," ujarnya.

    Pesawat R80 dirancang oleh BJ Habibie. Pesawat itu nantinya akan dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia. Saat ini PT RAI tengah mengumpulkan dana, salah satunya melalui crowdfunding di situs Kitabisa.com. Hingga hari ini, dana yang terkumpul sebanyak Rp 7,1 miliar. Dana tersebut berasal dari 18.129 donatur.

    Sebelumnya Komisaris RAI, Ilham Habibie, mengakui bahwa donasi itu menunjukkan dukungan positif masyarakat terhadap proyek tersebut. Namun, dia memastikan dana yang terkumpul bukan serta merta untuk investasi pembangunan pesawat tersebut.

    Menurut Ilham, biaya pembuatan purwarupa pesawat R80 diketahui mencapai lebih dari Rp 200 miliar. Adapun keseluruhan biaya pengembangan usaha mencapai US$ 1,5 miliar atau lebih Rp 20 triliun.

    PT RAI belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi tentang pernyataan pemerintah ini.

    Pesawat R80 akan bersaing dengan produk pabrikan Italia-Prancis lain, seperti ATR 72 yang berkapasitas 72 penumpang, juga Bombardier Dash 8 Q400 buatan Kanada yang berdaya angkut 76 penumpang. R80 memiliki kapasitas 80-90 penumpang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.