Stabilkan Harga, Bulog Kediri Bagikan Sembako Rp 5,1 Miliar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Andalkan Bulog untuk Stabilkan Harga Pangan

    Pemerintah Andalkan Bulog untuk Stabilkan Harga Pangan

    TEMPO.CO, Kediri - Perum Bulog Kediri menggelontorkan sembako gratis kepada 11.644 keluarga miskin. Harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan signifikan.

    Kepala Bulog Sub Divisi Regional V Kediri Ahmad Kholison menyebutkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat miskin mulai digelontorkan sejak Senin 11 Desember 2017. Bantuan ini berupa beras, minyak goreng, dan gula pasir. “Masyarakat tak perlu lagi membeli sembako ke pasar yang harganya naik,” kata Kholison kepada Tempo, Rabu 13 Desember 2017.

    Baca: Indef Usulkan Bulog Kembali Menjadi Badan Penyangga Pangan

    Bantuan pangan yang dikucurkan Bulog ini cukup besar, yakni masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa paket 35 kilogram beras, 7 liter minyak goreng, dan 2 liter gula pasir. Bantuan itu adalah jatah dua periode pencairan mulai bulan September hingga Desember 2017, yang setara dengan nilai Rp 440 ribu per paket. Ini berarti nilai ekonomi paket sembako yang dibagikan Bulog Kediri mencapai Rp 5,1 miliar.

    Sesuai data yang telah terverifikasi Pemerintah Kota Kediri, BPNT tersebut diserahterimakan kepada 11.644 keluarga miskin. Mereka diharapkan tak lagi kesulitan membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional yang sedang mengalami kenaikan harga.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri Yeti Sisworini mengakui terjadinya kenaikan harga komoditas pokok berupa beras, telur, daging ayam, dan bawang merah. Sejumlah pasar tradisional mengalami pergerakan harga sejak dua pekan terakhir. “Ini siklus rutin setiap menjelang Natal dan tahun baru,” kata Yeti.

    Menurut pantauan di lapangan, kenaikan harga mencolok terjadi pada komoditas telur ayam buras. Jika pada awal bulan Desember harga telur berkisar Rp 18 ribu per kilogram, hari ini sudah mencapai Rp 22 ribu per kilogram. Sejumlah pengecer bahkan mematok hingga Rp 24 ribu per kilogram.

    Yeti mengatakan, kenaikan harga ini terjadi karena siklus alam yang mempengaruhi produktivitas ayam. Dalam kondisi cuaca dingin, ayam kurang produktif untuk bertelur. Sehingga pasokan ke pasar tradisional pun ikut terganggu. “Ditambah lagi dengan meningkatnya permintaan jelang hari besar Natal,” katanya.

    Pemerintah Kota Kediri akan melanjutkan operasi pasar yang telah berjalan sejak awal pekan ini hingga tanggal 18 Desember 2017 mendatang. Dengan operasi pasar ini diharapkan bisa mengintervensi harga agar cepat turun sebelum puncak Natal dan tahun baru berlangsung. Yeti juga memastikan meski kenaikan harga terjadi, namun stok komoditas di pasar tetap terjaga.

    Stok pangan yang ada di gudang Bulog Kediri juga mencukupi untuk melakukan operasi pasar dalam waktu tak terbatas. Saat ini stok beras sebanyak 7.296 ton, gula pasir 14.120 ton, minyak goreng 12.477 liter, dan sejumlah bawang putih.

    Dalam setiap operasi pasar tak kurang dari 2 ton beras kualitas medium digelontorkan dengan harga Rp 8 ribu per kilogram dalam kemasan 5 kilogram. Hingga hari ini pasokan LPG subsidi atau ukuran 3 kilogram juga belum dilaporkan terjadi gangguan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.