Menhub Sebut Tiket LRT Palembang Rp 5.000, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerima laporan dari pihak PT Angkasa Pura (persero) Tbk dan PT Waskita Karya (persero) Tbk mengenai progres pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, 10 Desember 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerima laporan dari pihak PT Angkasa Pura (persero) Tbk dan PT Waskita Karya (persero) Tbk mengenai progres pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, 10 Desember 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan harga tiket kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang hanya sekitar Rp 5.000 per penumpang untuk sekali perjalanan. Pemerintah, kata Budi, akan sepenuhnya memberikan subsidi agar harga tiket bisa dijangkau oleh masyarakat.

    "LRT ini angkutan masa depan, kami harus menumbuhkan satu pola di masyarakat agar mau menggunakan LRT, lalu mengurangi penggunaan mobil dan roda dua," kata Menteri Budi di Palembang, Sumatera Selatan, Ahad, 10 Desember 2017.

    Baca: Harga LRT Superblok The Conexio Termurah Rp 420 Juta

    Adapun harga tiket sebesar Rp 5.000 ini jauh berkurang dari perkiraan yang pernah disampaikan Budi pada pertengahan Mei 2017. Saat itu, ia memperkirakan harga tiket akan berada di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per orang.

    Namun penentuan harga tiket ini, kata Budi, masih terus dibicarakan. Namun, Ia memastikan belum ada rencana pemerintah untuk melakukan komersialisasi terhadap sarana LRT ini nantinya. "Pada dasarnya tetap subsidi," kata Budi.

    Menteri Budi sebelumnya meninjau langsung progress pembangunan proyek LRT yang rencana siap digunakan pada gelaran Asian Games per Agustus 2018 mendatang. Proyek yang menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun jamak 2016-2018 hingga Rp 10,9 triliun tersebut, saat ini sudah rampung hingga 77 persen.

    Proyek ini ditargetkan akan rampung 80 persen pada akhir 2017 dan bisa dilakukan uji coba sekitar Februari 2018. Pembangunan jalur LRT sendiri sudah dimulai sejak 21 Oktober 2015 dan ditargetkan dapat beroperasi penuh pada Juni 2018, atau dua bulan menjelang pelaksanaan ajang olahraga terbesar se-Asia itu.

    Jalur LRT membentang sepanjang 23,4 kilometer dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ke Kompleks Olahraga Jakabaring, hingga Depo LRT yang berada di Ogan Permai Indah, Kabupaten Banyuasin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.