Ini Kunci Sukes Kembangkan Coworking Space

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah berbincang di salah satu sudut EV Hive City @Plaza Kuningan, Jakarta, 29 November 2017. EV Hive meluncurkan ruang kolaborasi atau coworking space terbaru EV Hive City @Plaza Kuningan dengan luas 6.100 meter persegi. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah berbincang di salah satu sudut EV Hive City @Plaza Kuningan, Jakarta, 29 November 2017. EV Hive meluncurkan ruang kolaborasi atau coworking space terbaru EV Hive City @Plaza Kuningan dengan luas 6.100 meter persegi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu kunci untuk membangun ruang kolaborasi (coworking space) adalah pada jaringan komunitas yang sudah terbentuk guna mengembangkan bisnis anggota pelaku coworking. Hal ini disampaikan oleh anggota dari asosiasi ruang kolaborasi, Coworking.id, Christopher Angkasa.

    Christopher menyebutkan saat ini banyak pemilik bisnis properti yang turut membangun ruang kolaborasi, namun mengabaikan komponen pelayanan yang harus dipenuhi, yakni komunitas. "Ada yang masih tanda tanya kenapa mejanya bagus, wifi-nya kenceng, tetapi tidak ada orang yang datang karena mereka berpikir ini adalah business of space," ujarnya dalam media gathering di EV Hive City, Rabu, 29 November 2017.

    Baca: Tangcity Kembangkan Coworking Space Terintegrasi Apartemen

    Padahal, menurut Christopher, sukses tidaknya bisnis coworking space juga tergantung pada komunitas yang berhasil dirangkul. "Kuncinya bukan karena ruangnya saja, tetapi juga komunitasnya," ucapnya.

    Christopher menjelaskan bahwa membangun ruang kolaborasi bukan hanya memikirkan tentang sarana dan fasilitas, seperti ruangan kerja yang nyaman dan kecepatan internet. "Melainkan juga ekosistem dari komunitas yang sudah terbangun."

    Dengan begitu, menurut Christopher, para pelaku usaha yang umumnya dari industri kecil menengah, kreator usaha rintisan atau startup company, bisa berkolaborasi dalam satu hub komunitas yang terdapat pada masing-masing coworking space.

    Dalam hal ini, CEO sekaligus pendiri EV Hive, Carlson Lau, menyebutkan perusahaannya telah melucurkan EV Hive City di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan. El Hive yang merupakan coworking space terbesar di Asia Tenggara dengan luas 6.700 meter persegi mampu menampung lebih dari 1.000 IKM, pengusaha dan pelaku startup.

    El Hive, kata Carlson, diharapkan bisa menjadi hub komunitas bagi para pengusaha untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka. "Platform ini sangat membantu industri kecil menengah dan pengusaha mendapatkan fasilitas bersama sekaligus kesempatan networking yang sebelumnya tidak tersedia atau terlalu mahal jika ditanggung perorangan," tuturnya.

    Secara aktif EV Hive mempertemukan para pendiri perusahaan yang sedang berkembang dengan para angel investor, perusahaan modal ventura dan mitra bisnis di dalam ekosistem yang dimiliki. EV Hive bersama para investor juga turut menanamkan investasi kepada para anggotanya. Hasilnya, anggota pun mengalami pertumbuhan bisnis yang cepat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.