Pembangunan Kawasan Industri Naikkan Ekonomi Bengkulu 5,9 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesatnya Pertumbuhan Kawasan Industri Cikarang

    Pesatnya Pertumbuhan Kawasan Industri Cikarang

    TEMPO.CO, Bengkulu - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra mengatakan pembangunan kawasan industri di wilayah PT Pelindo II Bengkulu dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bengkulu 5,9 persen.

    "(Berdasarkan) kajian Bank Indonesia, jika kondisi pelabuhan bagus dan dikelola secara maksimal, maka dapat menyumbang 0,7 persen pertumbuhan ekonomi. Jumlah tersebut terbilang cukup tinggi menyumbang pertumbuhan ekonomi," katanya melalui keterangan pers, Jumat, 24 November 2017.

    Simak: 2017, Darmin Yakin Ekonomi Tumbuh 5,2-5,4 Persen

    Ia mengatakan visi pelaksana tugas Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dalam menjadikan kawasan PT Pelindo II sebagai kawasan industri merupakan cita-cita yang harus didukung berbagai pihak.

    Apalagi, kata Endang, Pelabuhan Pulau Baai, yang dikelola Pelindo II, memiliki potensi luas lahan mencapai 1.200 hektare sehingga akan lebih baik jika dikelola secara maksimal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

    Dalam rapat koordinasi antara Menteri Badan Usaha Milik Negara dan para dirut BUMN di Bengkulu belum lama ini, PT Pelindo II berkomitmen mengembangkan bisnis pelayanan kepelabuhan. PT PLN pun menyatakan kesiapan memberikan layanan listrik premium.

    Adapun Rohidin Mersyah sangat mengapresiasi kerja sama tersebut. “Diharapkan kerja sama ini dapat menunjang perekonomian Bengkulu. Apalagi, jika pelabuhan Pulau Baii menjadi salah satu arus keluar-masuk barang di wilayah Sumatera, maka dapat mengendalikan inflasi di wilayah Sumatera ini,” ucapnya.

    Bank Indonesia Provinsi Bengkulu menyatakan perekonomian daerah itu pada triwulan ketiga 2017 tumbuh 4,38 persen (year-on-year), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 5,04 persen (year-on-year). Kondisi ini disebabkan menurunnya kinerja perekonomian, konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.

    Perlambatan kinerja investasi juga diakibatkan belum optimalnya realisasi anggaran pemerintah terkait dengan proyek infrastruktur.

    Meskipun mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Bengkulu tercatat lebih baik dibanding Sumatera 4,43 (year-on-year), tapi masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional 5,06 persen (year-on-year).

    BI memprediksi, pada 2018, pertumbuhan ekonomi Bengkulu tumbuh pada kisaran 5,0-5,2 persen, lebih baik dibanding 2017.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.