Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penuhi Kebutuhan Air Kota Tarakan, PU Bangun Embung dan Pipa Sepanjang 11 Kilometer

Reporter

Editor

Martha Warta

image-gnews
Kota Tarakan, Kalimantan Timur. Dok.TEMPO/ Santirta M.
Kota Tarakan, Kalimantan Timur. Dok.TEMPO/ Santirta M.
Iklan

TEMPO.Co, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah membangun dua embung baru: Embung Rawasari dan Embung Indulung. Serta jaringan pipa air baku Indulung sepanjang 11 kilometer untuk menambah pasokan kebutuhan air baku di Kota Tarakan sebesar 250 liter per detik. Dua embung tersebut ditargetkan rampung pada 2018.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dengan embung yang ada, kebutuhan air baku di Kota Tarakan baru terpenuhi sebanyak 400 liter per detik. Padahal, kebutuhan air baku Kota Tarakan adalah sekitar 900 liter per detik. "Di pulau kecil seperti Tarakan kebutuhan airnya tidak bisa mengandalkan air tanah karena terpengaruh air laut sehingga menjadi payau," ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad, 1 Oktober 2017.

Baca Juga:

Ikhtiar Menjaga Air

Basuki berujar banyak embung dan waduk diperlukan untuk menampung air hujan sebagai sumber penyediaan air baku dan mengantisipasi kekeringan pada saat musim kemarau di Kota Tarakan. Alasannya, kota dengan luas sekitar 250 kilometer persegi yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara itu merupakan pulau yang tidak  memiliki sungai besar.

Embung, kata dia, menjadi solusi terbaik untuk memasok kebutuhan air baku di Tarakan lantaran curah hujan di sana cukup tinggi sepanjang tahun. "Setiap tahun ada hujan meski tidak tiap hari karena Tarakan berhadapan dengan laut lepas," kata Budi.

Pembangunan Embung Rawasari yang berkapasitas 100 liter per detik kini sudah memasuki tahap dua dari total tiga tahap pengerjaan. Pembangunan dilakukan sejak tahun 2016 lalu. Basuki berujar pembiayaan pembangunan itu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian PUPR dengan total biaya mencapai Rp 54 miliar.

Embung Rawasari yang dibangun di Kelurahan Karang Harapan tersebut akan memiliki luas area genangan seluas 3,22 hektare dengan kapasitas tampung sebesar 112 ribu meter kubik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di saat yang sama, Basuki mengatakan tahun ini juga sedang dibangun Embung Indulung serta pembangunan jaringan pipa air baku, dua unit pompa, genset, pos jaga dan bangunan pelengkap lainnya. Pipa berdiameter 60 sentimeter akan dipasang sepanjang 11 kilometer dari Sungai Indulung yang kemudian ditampung di Embung dan disalurkan dengan bantuan dua unit pompa berkapasitas 150 liter per detik untuk melayani air baku di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Kampung Satu Kecamatan Tarakan Tengah, Kelurahan Pantai Amal dan Kelurahan Kampung Enam di Kecamatan Tarakan Timur.

Total biaya pembangunan embung, intake dan jaringan pipa Indulung mencapai Rp 168 miliar. Embung dengan luas genangan sebesar 2,62 hektare ini memiliki tampungan efektif mencapai 123 ribu meter kubik.

Progres pembangunan tahun ini, kata Basuki, telah mencapai sekitar 70 persen. "Pembangunan kedua embung tersebut untuk mengoptimalkan potensi air yang ada di Kota Tarakan sehingga cakupan pelayanan meningkat sekitar 70 hingga 75 persen, utamanya untuk memenuhi kebutuhan air baku domestik dan industri," kata dia.

CAESAR AKBAR

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ikhtiar Menjaga Air

29 hari lalu

Ikhtiar Menjaga Air

Sejumlah komunitas terus berikhtiar menyelamatkan sungai dari pencemaran hingga merawat mata air. Bagaimana kisah mereka?


Berebut Gedung Sate: Episode Perang Kemerdekaan Lawan Sekutu di Bandung 3 Desember 1945

3 Desember 2022

Pelajar Sekolah Dasar memainkan alat musik angklung secara bersama di halaman Gedung Sate, Bandung, Ahad, 20 November 2022. Gelaran yang diikuti ratusan peserta tersebut untuk memperingati hari angklung dunia. ANTARA/Novrian Arbi
Berebut Gedung Sate: Episode Perang Kemerdekaan Lawan Sekutu di Bandung 3 Desember 1945

Gedung V & W, cikal bakal Gedung Sate ini dipertahankan mati-matian sampai titik darah penghabisan oleh para pemuda atau pegawai Departemen PU.


RI Pimpin 80 Menteri Dunia Bahas Air dan Sanitasi, Bappenas Sebut 3 Krisis

12 Mei 2022

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan pandangan Pemerintah terkait RUU IKN dalam rapat paripurna ke-13 masa persidangan III tahun 2021-2022 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Januari 2022. DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi RUU Inisiatif DPR RI dan juga mengesahkan RUU Ibu Kota Negara (IKN) menjadi Undang-Undang. TEMPO/M Taufan Rengganis
RI Pimpin 80 Menteri Dunia Bahas Air dan Sanitasi, Bappenas Sebut 3 Krisis

Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Sector Ministers Meeting (SMM) air dan sanitasi 2022 yang akan dilaksanakan pada 18-19 Mei 2022 di Jakarta.


Garap Pengolahan Air Modern, Jasa Tirta II Gandeng Korea Selatan

28 Juni 2019

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Perusahaan Umum Jasa Tirta II dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Multi Optimal Sentosa, Senin, 5 November 2018, di Kantor Perum Jasa Tirta II, Jakarta. PGN dalam hal ini dihadiri oleh Direktur Utama Gigih Prakoso menyatakan, dengan ditandatanganinya MoU antara ketiga pihak, pengembangan kawasan industri akan menghadirkan kenyamanan beraktivitas bagi pelaku industri yang kelak menghuni kawasan.
Garap Pengolahan Air Modern, Jasa Tirta II Gandeng Korea Selatan

Perum Jasa Tirta II bekerja sama dengan Korea Water Resources Coperation (K-Water) dalam bidang pengelolaan sumber daya air di Indonesia.


Pemerintah DKI Susun Aturan Penghentian Eksploitasi Air Tanah

16 Oktober 2018

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai memimpin apel pagi Pengawasan Terpadu Sumur Resapan, Instalasi Pengolahan Air Limbah, dan Air Tanah di Intiland Tower, Jumat, 16 Maret 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.
Pemerintah DKI Susun Aturan Penghentian Eksploitasi Air Tanah

DKI mengusulkan anggaran Rp 1,2 triliun untuk perluasan jaringan pipa air bersih menekan eksploitasi air tanah.


Lindungi Sumber Air, Tiga Kementerian Teken Kerja Sama

10 Oktober 2017

Danau Segara Anak dari jalur Senaru, Lombok. Tempo/Tony Hartawan
Lindungi Sumber Air, Tiga Kementerian Teken Kerja Sama

Tiga kementerian menandatangani kerja sama untuk melindungi dan mengoptimalkan sumber air lewat fungsi situ, danau, embung, dan waduk (SDEW).


50 Juta Warga Pakistan Terancam Teracuni Arsenik

24 Agustus 2017

Pemandangan Lembah Hunza di Pakistan. independent.co.uk
50 Juta Warga Pakistan Terancam Teracuni Arsenik

Pemerintah Pakistan sangat menaruh perhatian terhadap meningkatnya ancaman racun arsenik yang ditimbulkan dari sumber air.


Warga Untung Jawa Ogah Minum Hasil Penyulingan Air Laut

12 Agustus 2017

Direktur Teknik PAM Jaya Barce Simarmata, Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat, dan Lurah Pulau Untung Jawa Ade Slamet saat pemaparan tentang penyulingan air laut menjadi air tawar di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, 12 Agustus 2017. TEMPO/Friski Riana
Warga Untung Jawa Ogah Minum Hasil Penyulingan Air Laut

Lurah Pulau Untung Jawa Ade Slamet mengatakan warga pulaunya enggan mengkonsumsi air minum hasil penyulingan air laut menjadi air tawar.


Penyulingan Air Pulau Untung Belum Maksimal, Ini Alasan PAM Jaya  

12 Agustus 2017

Ilustrasi air dan kesehatan. Shutterstock
Penyulingan Air Pulau Untung Belum Maksimal, Ini Alasan PAM Jaya  

Dirut PAM Jaya Erlan mengatakan instalasi penyulingan air ini masih milik Kementerian Pekerjaan Umum.


Lurah Pulau Untung Jawa: Debit Air Suling Hanya 50 Meter Kubik  

12 Agustus 2017

Ilustrasi air dan kesehatan. Shutterstock
Lurah Pulau Untung Jawa: Debit Air Suling Hanya 50 Meter Kubik  

Lurah Ade mengatakan warga dijanjikan air suling sebanyak 80 meter kubik per hari.