OJK Setuju APEI Tentukan Batas Bawah Broker Fee

Reporter

Jumat, 19 Agustus 2016 11:16 WIB

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida, di sela acara Indonesia Global Sharia Fund, di Grand Hyatt, Jakarta, 14 Juni 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerahkan kepada Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) terkait penetapan aturan batas bawah imbal jasa perdagangan efek atau broker fee untuk menghindari persaingan tidak sehat antar broker di pasar modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida melihat peraturan batas bawah itu sebagai kesepakatan asosiasi yang membawahi anggota-anggotanya. Mereka melihat adanya kebutuhan pengaturan tarif, dan tidak seharusnya mereka banting harga terkait broker fee.

“Kalau perusahaan broker atau underwriter terjadi banting-bantingan fee nanti mereka tidak punya cukup income untuk membiayai operasional. Jadi memang perlu diatur dan disepakati bersama,” kata Nurhaida di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 19 Agustus 2016.

Baca Juga: Groundbreaking Jembatan Teluk Kendari Dilakukan Besok

Menurut Nurhaida, dalam penentuan broker fee sebaiknya juga melihat peraturan perundang-undangan. Namun apabila hal itu dilakukan asosiasi bukan dalam rangka mengganggu persaingan usaha, tetapi melihat dari sisi kewajaran, OJK menyambut baik adanya penerapan aturan broker fee. “Apakah wajar broker feenya itu sampai rendah sekali? Itu kan tidak wajar bagi industri (persaingan sekuritas) itu.”

Ketatnya persaingan bisnis broker di pasar modal menimbulkan nilai fee transaksi efek menjadi kompetitif dan bahkan bagi sebagian pelaku pasar dinilai tidak menguntungkan broker. Namun, BEI menyatakan tidak bisa menerbitkan regulasi mengenai batasan minimum fee transaksi broker. Hal tersebut membuat Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menetapkan aturan batas bawah broker fee. Langkah ini tidak lain untuk menghindari terjadinya perang tarif sesama broker saham.

APEI sepakat menetapkan minimum broker fee untuk transaksi remote trading atau melalui perantara pedagang efek 0,2 persen untuk transaksi beli dan 0,3 persen untuk transaksi jual. Sementara untuk transaksi melalui perdagangan elektronik atau online batas bawahnya 0,18 persen dan 0,28 persen untuk aksi jual.

Simak: Presiden Minta PT Dirgantara Indonesia Pindah ke Kertajati

Komite Ketua APEI Susy Meliani mengatakan aturan batas minimum broker fee ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2017. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas perusahaan efek di Indonesia. Sebab, menurut kajian Pricewaterhouse Coopers (PwC), dalam tiga tahun belakangan ini banyak perusahaan yang mengalami kerugian karena banyak broker yang menetapkan broker fee di level terendah, sehingga banyak broker yang merugi.

Peraturan tersebut diharapkan akan memperkuat fasilitas keuangan broker. Selain itu, aturan ini juga akan mengatur terkait sanksi bila ada broker yang melanggar aturan batas bawah broker fee. Sanksi yang diberikan mulai dari teguran hingga dikeluarkan dari keanggotaan APEI.

DESTRIANITA


Berita terkait

IHSG Berpotensi Mendatar, Pasar Wait and See Data Inflasi AS

2 hari lalu

IHSG Berpotensi Mendatar, Pasar Wait and See Data Inflasi AS

IHSG pada Rabu berpotensi bergerak mendatar seiring pelaku pasar sedang bersikap wait and see terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS)

Baca Selengkapnya

IHSG Diperkirakan Menguat, Terpengaruh Sentimen Domestik dan Global

11 hari lalu

IHSG Diperkirakan Menguat, Terpengaruh Sentimen Domestik dan Global

IHSG hari ini, Senin, 6 Mei 2024 dibuka menguat 36,86 poin atau 0,52 persen ke posisi 7.171,58

Baca Selengkapnya

BI Catat Rp 2,47 T Modal Asing Tinggalkan RI Pekan Ini

19 hari lalu

BI Catat Rp 2,47 T Modal Asing Tinggalkan RI Pekan Ini

BI mencatat aliran modal asing yang keluar pada pekan keempat April 2024 sebesar Rp 2,47 triliun.

Baca Selengkapnya

Hari Ini IHSG Diperkirakan Menguat, Saham Apa Saja yang Potensial Dilirik?

25 hari lalu

Hari Ini IHSG Diperkirakan Menguat, Saham Apa Saja yang Potensial Dilirik?

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada memperkirakan IHSG pada awal pekan ini menguat bila dibandingkan pekan lalu. Apa syaratnya?

Baca Selengkapnya

Senin Depan, BEI Terapkan Full Call Auction di Papan Pemantauan Khusus

56 hari lalu

Senin Depan, BEI Terapkan Full Call Auction di Papan Pemantauan Khusus

BEI akan menerapkan mekanisme perdagangan lelang berkala secara penuh atau full call auction di Papan Pemantauan Khusus pada Senin pekan depan.

Baca Selengkapnya

Pekan Keempat Februari, Aliran Modal Asing Masuk Rp 1,01 Triliun

25 Februari 2024

Pekan Keempat Februari, Aliran Modal Asing Masuk Rp 1,01 Triliun

Aliran modal asing tetap surplus kendati ada penjualan Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), karena jumlah modal masuk ke pasar saham jauh lebih besar.

Baca Selengkapnya

Kebijakan OJK dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan

21 Februari 2024

Kebijakan OJK dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan

Berikut sejumlah kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan..

Baca Selengkapnya

Cara Cek Nama di BI Checking atau SLIK OJK Terbaru secara Online

30 Januari 2024

Cara Cek Nama di BI Checking atau SLIK OJK Terbaru secara Online

Cara cek nama di BI Checking atau SLIK OJK hanya membutuhkan waktu paling lambat 1 hari kerja. Berikut ini langkah-langkah dan syaratnya.

Baca Selengkapnya

Microsoft Salip Apple di Pasar Saham dengan Keunggulan AI

30 Januari 2024

Microsoft Salip Apple di Pasar Saham dengan Keunggulan AI

Para investor sepakat bahwa Microsoft berkembang jauh lebih signifikan dibanding Apple, bahkan untuk lima tahun ke depan.

Baca Selengkapnya

Israel Selidiki Investor Untung Jutaan Dollar karena Sudah Antisipasi Serangan Hamas 7 Oktober

5 Desember 2023

Israel Selidiki Investor Untung Jutaan Dollar karena Sudah Antisipasi Serangan Hamas 7 Oktober

Israel sedang menyelidiki klaim peneliti AS bahwa beberapa investor mungkin telah mengetahui sebelumnya tentang rencana serangan Hamas

Baca Selengkapnya