Diskon Utang BPPN Hanya untuk UKM

Reporter

Editor

Minggu, 10 Oktober 2004 15:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Boediono menegaskan, diskon yang diberikan pemerintah kepada para peminjam uang negara melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional hanya untuk utang kategori usaha kecil dan menengah. "Diskon diberikan supaya pengembaliannya bisa lebih cepat," katanya di Jakarta, Minggu (10/10).Utang untuk usaha kecil dan menengah yang tersisa di BPPN, kata Boediono, sudah tak tersangkut perkara hukum di pengadilan lagi. Sebab itu, ujarnya, pemerintah memberi keringanan cara penyelesaiannya karena hal itu juga diatur dalam Undang-Undang Perbendaharaan Negara dan Keputusan Presiden tentang Pembubabaran BPPN Februari lalu.Menurut Boediono, utang yang diberi diskon 50 persen dan tanpa dikenai denda dan bunga itu maksimal Rp 10 miliar. Ia menampik diskon pemerintah itu ditujukan bagi pengutang-pengutang kakap. "Yang besar-besar belum ada," katanya.Menteri Keuangan sebagai Ketua Tim Pemberesan sisa aset BPPN, kata Boediono, hanya boleh memberikan keringanan pada pengusaha yang menunggak maksimal Rp 10 miliar. "Di atas itu kami tidak akan berikan diskon," ia menegaskan.Pemberian diskon itu, kata Boediono, selain untuk memudahkan penyelesaian aset yang kini ditangani Tim Pemberesan, juga untuk menghindari susutnya nilai aset tersebut. "Kalau dibiarkan berlarut-larut tidak baik juga pada asetnya sendiri," katanya.Seperti diberitakan, Boediono telah meneken surat keputusan tentang prosedur standar kebijakan perdamaian penanganan aset negara berperkara. Keputusan yang berlaku surut sejak 1 Mei 2004 itu mengatur tata cara penyelesaian utang BPPN secara damai di dalam maupun di luar pengadilan. Bagja Hidayat - Tempo

Berita terkait

Jokowi Puji 'Mama Muda' di Forum Ekonomi: Saya Senang

55 hari lalu

Jokowi Puji 'Mama Muda' di Forum Ekonomi: Saya Senang

Presiden Joko Widodo memuji perkembangan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah di tanah air.

Baca Selengkapnya

Amartha dan Unilever Indonesia Sinergikan Jejaring Usaha Mikro Perempuan

27 Februari 2024

Amartha dan Unilever Indonesia Sinergikan Jejaring Usaha Mikro Perempuan

Amartha dan Unilever Indonesia kolaborasikan jejaring usaha mikro Perempuan dengan jejaring bank sampah berbasis komunitas untuk kelola sampah plastik secara produktif dan ekonomis.

Baca Selengkapnya

Jenis dan Contoh UMKM di Indonesia yang Banyak Diminati

3 Februari 2024

Jenis dan Contoh UMKM di Indonesia yang Banyak Diminati

Keberadaan UMKM di Indonesia kian meningkat karena memiliki daya tarik tersendiri. Pahami jenis dan contoh UMKM di Indonesia yang banyak diminati.

Baca Selengkapnya

Terbitkan 7,1 Juta Nomor Induk Berusaha Via OSS, BKPM: Didominasi Usaha Mikro Kecil

31 Desember 2023

Terbitkan 7,1 Juta Nomor Induk Berusaha Via OSS, BKPM: Didominasi Usaha Mikro Kecil

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menerbitkan sebanyak 7.146.105 nomor induk berusaha (NIB).

Baca Selengkapnya

Lampaui Target, BRI Catat Business Matching Rp 1,26 T Lewat UMKM Expo

10 Desember 2023

Lampaui Target, BRI Catat Business Matching Rp 1,26 T Lewat UMKM Expo

BRI mencatat business matching antara UMKM dengan pembeli di luar negeri melalui UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2023 mencapai Rp 1,26 triliun.

Baca Selengkapnya

Keberhasilan Kupedes BRI terhadap Pelaku Usaha Mikro di Indonesia

15 November 2023

Keberhasilan Kupedes BRI terhadap Pelaku Usaha Mikro di Indonesia

Terus tumbuh kuat, kinerja kredit segmen mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tercatat semakin baik pascapandemi.

Baca Selengkapnya

Undang-Undang Cipta Kerja Bentuk Keberpihakan Pemerintah kepada Usaha Mikro Kecil

2 Oktober 2023

Undang-Undang Cipta Kerja Bentuk Keberpihakan Pemerintah kepada Usaha Mikro Kecil

Undang-Undang Cipta Kerja Bentuk Keberpihakan Pemerintah kepada Usaha Mikro Kecil

Baca Selengkapnya

Hari UMKM Nasional, BRI Tegaskan Komitmen Dukung Pembiayaan Mikro

12 Agustus 2023

Hari UMKM Nasional, BRI Tegaskan Komitmen Dukung Pembiayaan Mikro

BRI optimistis segmen mikro dapat berkontribusi sebesar 45 persen dari total portofolio pembiayaan.

Baca Selengkapnya

Pemasaran Produk UMKM, Dosen ITB: Media Sosial untuk Menyasar Target Pasar

2 Agustus 2023

Pemasaran Produk UMKM, Dosen ITB: Media Sosial untuk Menyasar Target Pasar

Pemasaran UMKM di media sosial membutuhkan kata kunci pesan untuk menyasar target pasar

Baca Selengkapnya

Riset Prediksi Kebutuhan Pembiayaan UMKM Rp 4.300 T pada 2026

14 Juli 2023

Riset Prediksi Kebutuhan Pembiayaan UMKM Rp 4.300 T pada 2026

Riset yang dilakukan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama Ernst & Young Indonesia menemukan kebutuhan pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah alias UMKM yang mencapai ribuan triliun pada 2026.

Baca Selengkapnya