Baru Jadi Menteri, Rizal Ramli Ditegur Jokowi: Ini Sebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli (kedua dari kiri) berbincang dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution (kiri) sebelum pengambilan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, 12 Agustus 2015. Menteri yang diberhentikan adalah Menteri Koordinator Perekonomian Sofjan Djalil, Menteri Koordinator Maritim Indroyono Susilo, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Tempo/Aditia Noviansyah

    Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli (kedua dari kiri) berbincang dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution (kiri) sebelum pengambilan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, 12 Agustus 2015. Menteri yang diberhentikan adalah Menteri Koordinator Perekonomian Sofjan Djalil, Menteri Koordinator Maritim Indroyono Susilo, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Baru beberapa hari menjabat Menteri Koordinator bidang Maritim Rizal Ramli sudah mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo.

    Presiden Jokowi menegur Rizal Ramli karena telah mengkritik rencana Garuda Indonesia membeli pesawat Airbus A350. “Presiden waktu itu sudah menegur, menelepon Pak Rizal Ramli yang mempermasalahkan pengadaan pesawat,” kata Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki di Istana Merdeka, Senin 14 Agustus 2015.

    Baca juga:
    Diterima di UGM, Calon Dokter Usia 14 Tahun Minta Kado Aneh
    Ini Rahasia SPG Cantik di IIMS 2015: Biasa Kerja di Jalanan
     

    Menurut Teten, Jokowi menyampaikan bahwa jika para menteri ingin mengkoreksi kebijakan pemerintah, hendaknya dibicarakan secara internal. Bukan diumbar ke media karena akan menimbulkan kebingungan masyarakat. “Itu kan baru letter of intent,” kata Teten.

    Selain itu, Presiden juga menekankan kritik antar menteri seharusnya tidak disampaikan lewat media karena hanya akan menimbulkan kegaduhan. “Kan bisa bertemu,” kata Teten. Apalagi saat ini pemerintah tengah berupaya menarik investasi. Maka, pemerintahan harus terlihat solid dan kompak.

    Pekan lalu, Rizal Ramli menyatakan pada media bahwa ia telah meminta kepada Presiden Joko Widodo agar meninjau kembali rencana pembelian pesawat Airbus A350. Di mata Rizal, pembelian pesawat itu tidak tepat karena tidak akan menguntungkan Garuda. Rizal mengaku tidak ingin melihat perusahaan pelat merah itu merugi lantaran rute penerbangan yang akan dilalui pesawat baru itu tidak menguntungkan.

    Baca juga:JK Damprat Rizal di Depan Presiden, Jokowi Pilih Siapa?

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, berang terhadap pernyataan Rizal yang dinilai kelewat batas dan mencampuri urusan kementerian lain. Alasannya Kementerian BUMN tidak di bawah Menteri Koordinator bidang Maritim, melainkan berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian. "Jangan ada yang mencampuri Garuda di luar Kemenko Perekonomian," kata Rini.

    ANANDA TERESIA

    Baca juga:
    Kisah Sultan: Saat Bertemu Nyi Kidul pada Bulan Purnama
    Histeris Diputusi Pacar, Wanita Ini Guling-guling di Jalan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.