Senin, 21 Agustus 2017

Jokowi Dipuji Mike Pence Soal Kebijakan Investasi RI  

Jum'at, 21 April 2017 | 17:44 WIB
Wakil Presiden Amerika Serikat Micahel Pence berbincang dengan Presiden Indonesia, Jokowi saat berkunjung ke Istana Kepresidenan di Jakarta, 20 April 2017. REUTERS

Wakil Presiden Amerika Serikat Micahel Pence berbincang dengan Presiden Indonesia, Jokowi saat berkunjung ke Istana Kepresidenan di Jakarta, 20 April 2017. REUTERS.

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence mengakui adanya hambatan bagi perusahaan Amerika Serikat yang ingin berinvestasi di Indonesia. Meski begitu, ia mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo dalam meminimalkan hambatan untuk berinvestasi di Indonesia.

Pence menyebutkan beberapa hambatan bisnis di Indonesia, seperti minimnya transparansi dan kurang perhatiannya pemerintah pada industri manufaktur. "Kami apresiasi upaya Presiden Joko Widodo dalam menyusun regulasi kemudahan berbisnis," ucap Pence di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat, 21 April 2017.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan pemerintah tengah menyiapkan deregulasi untuk kemudahan bisnis di Indonesia. "Sekarang pilkada sudah lewat, pemerintah bisa berfokus pada reformasi ekonomi lagi," ujar Thomas. Tujuannya adalah mengurangi hambatan di bidang investasi dan perdagangan.

Baca: Strategi Menteri Darmin Perkuat Hubungan Dagang dengan Inggris

Presiden Jokowi, tutur dia, sudah berkali-kali menekankan masih banyaknya aturan terkait dengan perizinan berinvestasi. Menurut dia, perlu adanya keterbukaan, kerja sama, dan kompetisi. "Kita harus turunkan barrier, bukan hanya untuk Amerika, melainkan untuk semua, juga buat industri lokal," kata Thomas.

Hari ini, Pence serta Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan penandatanganan kerja sama bisnis dan investasi senilai lebih US$ 10 miliar. Pence menilai kerja sama ini akan memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika.

Penandatanganan melibatkan beberapa perusahaan, seperti dalam kerja sama antara Applied Materialis dan PT PLN, Exxon Mobil dengan Pertamina, antara Greenbelt Resources dan Jababeka Infrastructure, Lookheed Martin dengan TNI Angkatan Udara di bidang persenjataan, serta antara Honeywell dan PT Dirgantara Indonesia.

Baca: Pemerintah Investasi Rp 467 M Bangun 1.068 Kapal Ikan

Ada juga kerja sama antara General Electric dan PLN, Nextgen dengan Samarinda Municipality, antara Powerphase dan PT Indonesia Power/PT Pembangkitan Jawa Bali, Ormat dengan PLN, serta antara Pacific Infra Capital dan PLN.

Pence menuturkan hubungan perdagangan Indonesia dengan Amerika perlu diperluas untuk menambah lapangan dan kesempatan kerja. "Kami akan membuat solusi yang win-win untuk kedua negara dan rakyatnya," kata Pence.

ARKHELAUS W.

 





Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?