Libur Idul Adha, Penumpang Stasiun Gambir Naik 15 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah penumpang kereta api melonjak 10-15 persen selama libur Idul Adha tahun ini. Menurut Kepala Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rizki Afrida jumlah penumpang melonjak dibandingkan akhir pekan biasanya. "Penumpang mulai berdatangan sejak Kamis kemarin," kata Rizki di Stasiun Gambir, Jakarta, 1 September 2017.

    Menurut Rizki, Kamis 30 Agustus 2017 adalah puncak peningkatan penumpang kereta yang akan pulang kampung ke sejumlah kota di kawasan Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Total ada sekitar 15 ribu lebih menumpang yang berangka ke sejumlah kota tujuan dari Stasiun Gambir. "Hari ini ada 13.600 yang berangkat dari Gambir."

    Adapun kota tujuan yang tiketnya telah ludes sejak sebulan lalu adalah Bandung, Cirebon dan Yogyakarta. Stasiun Gambir menyediakan tujuan Kota Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Malang dan Surabaya. "Kami perkirakan puncak mudik Idul Adha Kamis kemarin. Sebab, biasanya di hari libur biasa akhir pekan hanya 12 ribu penumpang," ucapnya.

    Rusiadi Setyarso, 46 tahun, penumpang kereta jurusan Yogyakarta, mengatakan memilih menggunakan kereta untuk menghindari macet di jalan. "Awalnya mau naik pesawat tapi tidak dapat tiket," ujarnya.

    Ia mengatakan masih beruntung mendapatkan tiket kereta tambahan untuk kelas eksekutif tujuan Yogyakarta, Jumat pekan lalu. Soalnya, tiket reguler eksekutif yang harganya Rp 325 ribu telah habis sejak dua bulan lalu untuk jurusan kampung halamannya.

    Rusiadi mengaku selalu pulang kampung jika libur Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, kendala tahun ini, dirinya belum mendapatkan tiket untuk kembali ke Jakarta, pada Ahad besok. "Sebab, masih ada orang tua jadi diminta untuk pulang," ucapnya.

    Sejauh ini, ia melihat stasiun besar untuk keberangkatan ke luar kota, sudah baik pelayanannya. Bahkan, kebersihan dan pengamanan di stasiun juga mulai ditingkatkan. "Sudah cukup baik dari segi pelayanan," ujarnya.

    Penumpang kereta yang lain, Melisa, 27 tahun, mengatakan telah memesan tiket sejak sebulan lalu untuk tujuan Cirebon, Jawa Barat. Melisa pergi bersama empat orang keluarganya ke rumah kerabatnya di Cirebon. "Saya memang lebih memilih kereta, karena jadwalnya tepat," ucapnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?