Grup Salim Akuisisi Saham Sandiaga Uno di Acuatico Rp 1,24 T  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno bertemu dengan Walikota Depok di Cibubur, Depok, 1 Agustus 2017. Tempo/Imam Hamdi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno bertemu dengan Walikota Depok di Cibubur, Depok, 1 Agustus 2017. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup Salim melalui anak usahanya, Moya Indonesia Holdings Pte Ltd, mengakuisisi saham milik Acuatico Pte Ltd. Saham Acuatico sebelumnya dimiliki duet pengusaha Roesan Roeslani dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno, melalui PT Recapital Advisors. Acuatico menguasai 95 persen saham PT Aetra Air Jakarta, yang dibeli dari PT Thames PAM Jaya (TPJ) pada 2007 silam.

    Acuatico adalah perusahaan induk investasi yang didirikan di Singapura pada 21 Juli 2006. Perusahaan ini bergerak di bisnis pengembangan, fasilitas pengolahan, serta jaringan pipa distribusi yang terkait untuk distribusi air bersih. Saat ini, operasional grup Acuatico sepenuhnya ada di Indonesia dan dilakukan PT Aetra Air Jakarta, PT Aetra Air Tangerang, dan PT Acuatico Air Indonesia.

    Berdasarkan laporan keterbukaan Moya Holdings Asia Limited di Singapore Stock Exchange, Moya Indonesia Holdings telah mengakuisisi seluruh saham Acuatico senilai US$ 92,87 juta atau sekitar Rp 1,24 triliun.

    Direktur Eksekutif Moya Holdings Asia Limited Simon A. Melhem mengatakan proses jual beli saham tersebut dilakukan pada 8 Juni 2017. "Akuisisi tersebut dilakukan demi kepentingan perusahaan serta untuk meningkatkan nilai saham dalam jangka panjang dan mengembangkan bisnis perusahaan," ujarnya, seperti dikutip dari keterbukaan di situs Bursa Efek Singapura atau Singapore Stock Exchange, Kamis, 31 Agustus 2017.

    PT Aetra Air Jakarta bersama PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) merupakan operator swasta yang mendistribusikan air bersih ke lima wilayah Ibu Kota. Aetra melayani Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan sebagian Jakarta Pusat. Sedangkan Palyja mendistribusikan air ke wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan sebagian Jakarta Pusat.

    Aetra memiliki dua unit instalasi pengolahan air (IPA), yaitu IPA Buaran dengan kapasitas produksi 6.000 liter per detik dan IPA Pulo Gadung 4.000 liter per detik. Sehingga total kapasitas produksi pada dua IPA Air Aetra 10 ribu liter per detik.

    Hingga akhir 2016, Aetra memiliki pipa distribusi sepanjang 6.196 kilometer. Lebih lanjut, total pelanggan Aetra hingga Desember 2016 mencapai 435.777 pelanggan dengan cakupan pelayanan hingga Desember 2016 sebesar 60,77 persen.

    Kontrak perjanjian kerja sama antara dua operator air tersebut dengan Pemprov DKI Jakarta, yaitu badan usaha milik daerah DKI, PD PAM Jaya, dimulai sejak 1997. Perjanjian tersebut akan berakhir pada 2022 mendatang.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.