Sektor Industri Melemah, IHSG Terseret ke Zona Merah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno, resmi membuka perdagangan saham hari ini dan meluncurkan program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) Stock Center yang telah diresmikan pada April 2017 lalu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Juni 2017. Dalam pembukaan, Sandi berharap IHSG bisa terus naik sehingga bisa mencapai 6.100. Tempo/Tony Hartawan

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno, resmi membuka perdagangan saham hari ini dan meluncurkan program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) Stock Center yang telah diresmikan pada April 2017 lalu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Juni 2017. Dalam pembukaan, Sandi berharap IHSG bisa terus naik sehingga bisa mencapai 6.100. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Sektor aneka industri melemah dan menjadi penekan utama atas pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan hari ini, Rabu, 30 Agustus 2017. 

    IHSG hari ini dibuka dengan kenaikan hanya 0,21 poin di level 5.888,43 dan naik 0,06persen atau 3,38 poin ke level 5.891,59 pada pukul 09.10 WIB.

    Baca: IHSG Diprediksi Menguat, Ini Rekomendasi Saham Pilihan

    Pergerakannya kemudian berbalik ke zona merah dengan pelemahan 0,12 persen atau 6,93 poin ke level 5.881,28 pada pukul 09.38 WIB. Pada pagi ini sebanyak 131 saham bergerak menguat, 81 saham bergerak melemah, dan 347 saham stagnan dari 559 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

    Simak: IHSG Berpotensi Melemah Lagi, Kembali ke Zona Merah

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak cenderung negatif dengan tekanan utama sektor aneka industri (-0,49 persen) dan industri dasar (-0,45 persen). Adapun sektor tambang dan infrastruktur masing-masing naik 0,44 persen dan 0,11 persen. 

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.