Proyek Strategis Nasional Dapat Kucuran Dana Rp 4.197 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan pada pemerintah Joko Widodo, tidak terpusat hanya di Jakarta. Sebagian besar pembangunan masuk ke proyek strategis nasional (PSN).

    "Pembangunan sekarang Indonesia sentris. Bukan lagi Jakarta sentris," kata Darmin, di tempat pameran Infrastruktur Dalam Foto di Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 27 Agustus 2017.

    Baca: Darmin: 245 Proyek Strategis Nasional Butuh Rp 4.000 Triliun

    Ia menuturkan pemerintah telah melakukan langkah awal untuk mempublikasikan kepada masyarakat tentang pembangunan yang dilakukan. Dalam paparannya, Darmin menunjukkan pemerintah telah mengucurkan Rp 638 triliun untuk pembangunan infrastruktur di kawasan Sumatera, Jawa Rp 1.065 triliun, Kalimantan Rp 564 triliun, Sulawesi Rp 155 triliun, Bali dan Nusa Tenggara Rp 11 triliun, serta Maluku dan Papua Rp 444 triliun.

    "Ada juga dua program dan 12 proyek nasional yang didanai sebesar Rp 1.320 triliun," ujarnya.

    Simak: Pemerintah Tambah 55 Proyek Strategis Nasional

    Ia menambahkan, total keseluruhan ada 245 pembangunan proyek dan dua program proyek strategis nasional dengan nilai Rp 4.197 triliun. Dari 245 proyek tersebut sudah ada 129 proyek dengan nilai investasi Rp 900 triliun yang dalam tahap konstruksi.

    Menurut dia, selain proyek strategis nasional, banyak pembangunan di sektor lain yang terus berjalan. Salah satunya pemerintah juga berfokus pada pembangunan kawasan ekonomi khusus, industri, dan pariwisata. "Masih banyak pembangunan di luar PSN, yang dibangun pemerintah."

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.