Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

BI Berharap Pengeluaran Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi  

image-gnews
Gubernur BI Agus DW Martowardojo, resmikan penerbitan uang NKRI pecahan seratus ribu rupiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 18 Agustus 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko
Gubernur BI Agus DW Martowardojo, resmikan penerbitan uang NKRI pecahan seratus ribu rupiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 18 Agustus 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo berharap komponen belanja pemerintah dapat menjadi stimulus utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, khususnya belanja pemerintah yang berhubungan langsung dengan pemerintah.

"Pengeluaran pemerintah baik melalui infrastruktur dan subsidi non-energi yang ditargetkan," ujarnya di Kompleks BI, Thamrin, Jakarta, Kamis, 24 Agustus 2017.

Baca: Penting, Sri Mulyani Jelaskan Pertumbuhan Ekonomi 2017 ke DPR

Dengan demikian, kata Agus, pemerintah harus terus meningkatkan kualitas dan penyerapan anggaran serta mengoptimalkan investasi infrastruktur dan pembelanjaan subsidi non-energi, seperti bantuan sosial. "Hal ini juga perlu didukung dengan reformasi pendapatan, yaitu optimalisasi rasio perpajakan dan memastikan keberlanjutan dari utang pemerintah," ucapnya.

Dari sisi moneter, menurut Agus, perekonomian dunia saat ini masih tidak menentu sejak krisis keuangan global pada 2008 lalu. Dia mengatakan banyak negara yang masih belum sepenuhnya pulih dari krisis sehingga pertumbuhan ekonomi global pun belum dapat bergerak cepat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Simak: BPS: Pertumbuhan Ekonomi di Triwulan II 2017 Capai 5,01 Persen 

"Namun di tengah situasi ini ekonomi Indonesia bisa terjaga stabil, inflasi juga terjaga rendah," katanya. Pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2017 pun tercatat 5,01 persen. Agus menuturkan kondisi ini kemudian membuat pihaknya memutuskan menurunkan suku bunga acuan BI 7-Days Repo Rate 25 basis poin (bps) dari 4,75 persen menjadi 4,5 persen pada Selasa lalu.

"Inflasi yang rendah dan stabil ini memberikan ruang untuk tingkat suku bunga yang lebih rendah, dan nanti dapat menyebabkan biaya yang lebih murah," tuturnya. BI juga memangkas suku bunga deposito dan pinjam masing-masing menjadi 3,75 persen dan 5,25 persen.

Agus berharap penurunan suku bunga yang dilakukan dapat mendorong perekonomian nasional menjadi lebih baik dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.

GHOIDA RAHMAH

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Indef: Mustahil Dicapai dengan Kebijakan Saat Ini

51 menit lalu

Pekerja menyelesaikan produksi kain sarung di Pabrik Tekstil Kawasan Industri Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat 4 Januari 2019. Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) pada tahun 2019 mencapai 15 miliar dollar AS atau naik 11 persen dibandingkan target pada tahun 2018. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Indef: Mustahil Dicapai dengan Kebijakan Saat Ini

Pemerintahan Prabowo Subianto dinilai tak mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target 8 persen dengan kebijakan saat ini. Kenapa?


Rupiah Makin Melemah, Apindo: Cost of Doing Business Makin Mahal

15 jam lalu

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani ketika ditemui di Kemenko Marves pada Selasa, 22 Agustus 2033. TEMPO/Riri Rahayu
Rupiah Makin Melemah, Apindo: Cost of Doing Business Makin Mahal

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah hingga mencapai level Rp 16.400 per dolar AS sangat tidak kondusif bagi dunia usaha.


Gubernur BI Perry Warjiyo Disebut-sebut Calon Menkeu Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Profil dan Harta Kekayaannya

16 jam lalu

Perry Warjiyo. TEMPO/Imam Sukamto
Gubernur BI Perry Warjiyo Disebut-sebut Calon Menkeu Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Profil dan Harta Kekayaannya

Gubernur BI 2023-2028 Perry Warjiyo disebut-sebut akan menjadi kandidat Menteri Keuangan atau Menkeu pada masa pemerintahan Prabowo-Gibran.


Jokowi Resmikan KEK Setangga Usulan Perusahaan Haji Isam, Apa Kelebihan Kawasan Ekonomi Khusus?

2 hari lalu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai sepatu di depan tenda tempat berkemah dengan Ibu Negara Iriana di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Senin, 14 Maret 2022. Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan, tidak ada fasilitas khusus di tenda milik orang nomor satu di Indonesia itu. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi Resmikan KEK Setangga Usulan Perusahaan Haji Isam, Apa Kelebihan Kawasan Ekonomi Khusus?

Perusahaan Haji Isam usulkan KEK Setangga yang belum lama ini disahkan Jokowi. Apa keunggulan wilayah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus?


Pegawai Bank di Maluku Ambil Uang Kas Rp1,5 Miliar untuk Judi Online

2 hari lalu

Konferensi Pers pengungkapan kasus penggelapan dana oleh salah satu karyawan di Bank Maluku, Ambon. Foto: ANTARA/Winda Herman
Pegawai Bank di Maluku Ambil Uang Kas Rp1,5 Miliar untuk Judi Online

Polda Maluku menangkap pegawai bank yang ambil uang kas milik BI sebesar 1,5 Miliar dan digunakan untuk judi online.


Rupiah Anjlok, Analis Prediksi BI Akan Naikkan Suku Bunga Acuan Bulan Ini

2 hari lalu

Karyawan menunjukkan uang pecahan 100 dolar Amerika di penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa 16 April 2024, Nilai tukar rupiah tercatat melemah hingga menembus level Rp16.200 per dolar Amerika Serikat (AS) setelah libur Lebaran 2024. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Edi Susianto menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terjadi seiring dengan adanya sejumlah perkembangan global saat libur Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan
Rupiah Anjlok, Analis Prediksi BI Akan Naikkan Suku Bunga Acuan Bulan Ini

Rupiah terus melemah, analis Ibrahim Assuaibi memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan atau BI rate pada bulan ini.


Pekan Kedua Juni, BI Catat Rp 8,91 Triliun Modal Asing Masuk Indonesia

2 hari lalu

(Dari Kiri) Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Judo Agung, dan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, memberikan keterangan pers terkait dengan Stabilitas Sistem Keuangan dan Bauran Kebijakan Makroprudensi di Jakarta, Senin 3 Juni 2024. Foto:Maulani Mulianingsih
Pekan Kedua Juni, BI Catat Rp 8,91 Triliun Modal Asing Masuk Indonesia

Bank Indonesia mencatat Rp 8,91 triliun modal asing masuk Indonesia pada pekan kedua Juni.


Rupiah Merosot Terendah Sejak Krismon 1998, Ada Apa?

3 hari lalu

Grafik pergerakan rupiah terhadap dolar AS 2005-2024 (Google Finance)
Rupiah Merosot Terendah Sejak Krismon 1998, Ada Apa?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS jatuh ke Rp16.412, terendah sejak krisis moneter atau Krismon 1998 ketika rupiah jatuh ke Rp16.650


Inflasi RI 2,84 Persen, Jokowi: Salah Satu yang Terbaik di Dunia

3 hari lalu

Ilustrasi Inflasi. kemenkeu.co.id
Inflasi RI 2,84 Persen, Jokowi: Salah Satu yang Terbaik di Dunia

Jokowi mengatakan salah satu hal yang selalu dia tanyakan saat kunjungan ke daerah adalah tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonominya.


Rapat Pengendalian Inflasi dengan Jokowi, Begini Laporan Perry Warjiyo

3 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. TEMPO/Tony Hartawan
Rapat Pengendalian Inflasi dengan Jokowi, Begini Laporan Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaporkan tiga hal saat rapat pengendalian inflasi dengan Presiden Jokowi.