Analis: IHSG Masih Berpotensi Menguat Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pialang tengah memantau pergerakan saham pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mampu kembali ke zona hijau dan ditutup melemah. TEMPO/Tony Hartawan

    Seorang pialang tengah memantau pergerakan saham pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mampu kembali ke zona hijau dan ditutup melemah. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini Jumat 18 Agustus 2017 turun 21,70 poin atau 0,37 persen di posisi 5.870,230.

    Pada pukul 10.14, IHSG masih berada di zona merah dan turun 0,01 persen atau 0,770 poin dan berada di angka 5.891,170. Pada hari sebelum libur Hari Kemerdekaan, Rabu 16 Agustus 2017, IHSG menguat 0,98 persen di level 5.891,949.

    Analis  Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan  IHSG diprediksi tetap berada di zona hijau meski laju bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung terkena aksi jual pasca tren kenaikan. Bertahannya IHSG di zona hijau kemarin karena aksi beli yang kembali naik pada saham-saham besar.

    “Aksi beli saham berkapitalisasi besar mampu mempertahankan laju IHSG untuk berada di teritori positif,” kata Reza dalam keterangan tertulis, Jumat 18 Agustus 2017.

    Menurut Reza, pelaku pasar masih optimistis pemerintah dapat mencapai target-target di RAPBN 2018 dalam Nota Keuangan yang dibacakan Presiden Joko Widodo di DPR, Rabu 16 Agustus 2017. 

    Optimisme pelaku pasar diharapkan bisa mendorong IHSG untuk kembali di zona aman. Namun  Reza menyarankan para pelaku pasar untuk tetap waspada aksi ambil untung (profit taking).

    Para pelaku diminta  tetap mencermati berbagai sentimen yang dapat menekan IHSG. “IHSG masih berpeluang  menuju  zona hijau, namun diharapkan tidak langsung dimanfaatkan untuk profit taking agar pergerakan IHSG tetap terjaga,” ujar Reza.

    ALFAN HILMI |SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.